Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gunung Anak Krakatau Lampung Lintas Peristiwa Spesial

    4 Kecamatan di Lampung Selatan Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Warga Diminta Pakai Masker dan Kacamata - Kompas

    5 min read

     


    LAMPUNG SELATAN, KOMPAS.com - Debu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai berdampak ke wilayah pesisir Kabupaten Lampung Selatan.

    Pemerintah daerah mencatat paparan debu terbawa angin hingga sedikitnya empat kecamatan, yakni Bakauheni, Penengahan, Rajabasa, dan Kalianda, termasuk Pulau Sebesi.

    Sekretaris Daerah Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan arah angin menjadi salah satu faktor yang menentukan wilayah yang terdampak abu vulkanik.

    "Ketika arah angin mengarah ke kita, itulah yang terasa. Kalau anginnya ke arah lain tentu tidak ada masalah. Tetapi, kami tetap antisipasi," kata Supriyanto kepada Kompas.com, Rabu (19/8/2026).

    Warga Manggarai Timur Beribadah di Area Terbuka Setelah Gempa Dahsyat

    Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi 20 Kali dalam Sehari, Aktivitas Berlangsung hingga Malam

    3.000 Masker Dibagikan

    Untuk mengurangi risiko paparan debu, Dinas Kesehatan Lampung Selatan telah membagikan 3.000 masker kepada warga Pulau Sebesi.

    Masker tersebut didistribusikan tenaga kesehatan bersama pemerintah desa dan aparat hingga ke rumah-rumah warga.

    Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto mengatakan, masyarakat yang berada di wilayah terdampak diminta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.

    Baca juga: Mendagri Tito Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere

    "Kalau ada kacamata, gunakan kacamata untuk melindungi mata. Kemudian kurangi keluar rumah, khususnya masyarakat rentan seperti bayi, lansia, dan ibu hamil," kata Devi.

    Selain masker dan kacamata pelindung, warga diminta menutup makanan serta sumber air minum agar tidak terkontaminasi abu vulkanik.

    Menurut Devi, hujan yang turun di Pulau Sebesi pada Selasa (18/8/2026) dini hari membantu mengurangi keberadaan debu di permukiman.

    Namun, kondisi tersebut belum membuat kewaspadaan diturunkan karena sebaran abu sangat bergantung pada arah angin.

    Baca juga: Debu Anak Krakatau Capai Pulau Sebesi, Pemkab Lampung Selatan Siagakan Tim Kesehatan

    "Alhamdulillah semalam turun hujan sehingga pagi tadi debunya sudah tidak ada lagi. Namun, kami tetap waspada karena ini tergantung arah angin," ujarnya.

    Hingga kini, belum ada laporan warga Pulau Sebesi mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

    Tenaga kesehatan tetap disiagakan untuk memantau kondisi warga.

    Baca juga: Langit Padang Samar dan Berkabut, BMKG : Karhutla Provinsi Tetangga Ikut Berkontribusi

    GAK Masih Berstatus Siaga

    Kepala Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Andi Suwardi, mengatakan aktivitas GAK masih terus dipantau karena kondisi vulkaniknya dapat berubah sewaktu-waktu.

    "Aktivitasnya masih fluktuatif, jadi kita terus melihat perkembangan dari data pengamatan," kata Andi.

    Andi meminta masyarakat tidak mendekati kawasan gunung api meskipun kondisi di permukiman saat ini relatif terkendali.

    Baca juga: Terdampak Karhutla Kualitas Udara Kota Padang Menurun, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar Ruangan

    "Yang paling penting masyarakat mengikuti rekomendasi petugas. Jangan mendekati kawah aktif selama statusnya masih Siaga," ujarnya.

    Untuk diketahui, dalam dua hari, Minggu (16/8/2026) hingga Senin (17/8/2026), Gunung Anak Krakatau tercatat mengalami 28 kali erupsi.

    Kolom abu tertinggi mencapai sekitar 400 meter di atas puncak atau 557 meter di atas permukaan laut.

    Saat ini, GAK masih berstatus Level III (Siaga). Masyarakat, wisatawan, nelayan maupun pendaki diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Karhutla di Kalimantan Mulai Ancam Pemukiman dan Satwa Liar

    Komentar
    Additional JS