9 Jalan Nasional Rusak akibat Gempa Flores, Kembali Berfungsi Normal - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini telah kembali fungsional.
Perbaikan dilakukan setelah gempa mengguncang wilayah Flores dan menyebabkan kerusakan di sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan.
Hingga 16 Agustus 2026, seluruh sembilan ruas jalan nasional yang terdampak telah dapat kembali dilalui masyarakat.
Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT sebelumnya langsung mengerahkan personel dan peralatan untuk menangani kerusakan akibat gempa, termasuk longsoran dan patahan badan jalan.
Ahli ITB Ungkap Gempa NTT Mirip Gempa Dahsyat 1992 Penyebab Tsunami, Apa yang Perlu Diwaspadai?
40 Titik Longsor Ditangani
Dalam penanganan sementara pascagempa, tercatat 40 titik longsoran telah ditangani hingga kembali fungsional.
Baca juga: Rp 150 Miliar Dialokasikan untuk Jalan Lingkar Utara Flores
Selain itu, terdapat empat titik patahan badan jalan yang juga telah ditangani.
Sementara itu, kerusakan pada lima titik jembatan dan plat duiker masih memungkinkan untuk difungsionalkan sehingga mobilitas masyarakat tetap dapat berjalan.
Delapan ruas yang merupakan bagian dari jalur Trans Flores, mulai dari Labuan Bajo hingga Ende dan Maumere, telah dapat dilalui kembali.
Satu ruas lainnya, yakni Ruteng-Reo-Kedindi, juga telah kembali fungsional.
Kerahkan 11 Alat Berat
Untuk mempercepat pemulihan akses, BPJN NTT telah memobilisasi 11 alat berat, terdiri dari tujuh ekskavator dan empat loader.
Peralatan tersebut digunakan untuk membersihkan material longsor, menangani kerusakan badan jalan, serta memastikan akses menuju wilayah terdampak tetap terbuka.
Kementerian PU memastikan penanganan infrastruktur tidak berhenti setelah jalan kembali dapat dilalui. Pemeriksaan dan penanganan lanjutan akan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pemerintah harus bergerak cepat setelah bencana agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas.
"Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit," kata Dody saat mengunjungi Kabupaten Nagekeo, NTT, Senin (17/8/2026).
Dody Minta Data Kerusakan Segera Dikirim
Dalam kunjungannya ke Nagekeo, Dody juga meminta pemerintah daerah segera menyampaikan data sementara beserta titik-titik kerusakan akibat gempa.
Menurut dia, data tersebut diperlukan agar Kementerian PU dapat segera menurunkan tim untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan.
Baca juga: 11.925 Rumah Rusak Akibat Gempa NTT, Bakal Dapat Bantuan Rp 15-30 Juta
"Saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja," ujar Dody.
Ia menegaskan, pemerintah pusat siap memberikan dukungan teknis dan menangani infrastruktur yang menjadi prioritas.
"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan, kita yang mulai kerjakan," kata Dody.
Pemulihan sembilan ruas jalan nasional tersebut menjadi bagian penting dari penanganan pascagempa Flores, terutama untuk memastikan konektivitas antardaerah dan mobilitas masyarakat tetap berjalan di tengah proses pemulihan.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
NTT Segera Tetapkan Tanggap Darurat Bencana Usai Gempa M 7,7