Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Bursa Mineral Featured Spesial

    Ada Bursa Mineral, Bahlil Tegaskan Indonesia Bisa Atur Harga Komoditas SDA - Viva

    4 min read

     

    Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

    Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:06 WIB

    Jakarta, VIVA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa Indonesia bisa mengatur harga komoditas sumber daya alam (SDA) melalui Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

    Baca Juga

    Hal itu ditegaskan Bahlil di sela-sela acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

    “Dengan bursa komoditas yang diperintahkan oleh Bapak Presiden itu, diharapkan seluruh komoditas sumber daya alam kita, yang kita hasilkan dari negara kita, ya kita sendiri yang mengatur harganya,” ujar Bahlil.

    Baca Juga

    Bahlil menjelaskan bahwa selama ini, yang mengatur harga komoditas sumber daya alam Indonesia adalah negara lain. Ia merujuk kepada harga batu bara yang rendah, yakni sempat menyentuh 97,65 dolar AS per ton pada periode kedua Juli 2025.

    “Begitu kita bikin pengetatan, menjaga supply and demand, harganya sekarang sudah mulai bagus,” ucap Bahlil.

    Baca Juga

    Berdasarkan penetapan Kementerian ESDM, Harga Batubara Acuan (HBA) periode kedua Agustus 2026 sebesar 124,06 dolar AS per ton, lebih tinggi apabila dibandingkan dengan harga batu bara acuan pada Juli 2025.

    Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa dengan hadirnya Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, pemerintah menargetkan agar Indonesia memiliki keleluasaan dalam mengatur harga komoditas SDA-nya sendiri.

    “Bapak Presiden Prabowo itu ingin agar seluruh kekayaan yang ada di dalam negara kita itu diatur seutuhnya oleh negara kita dengan harga keekonomian yang baik,” kata Bahlil.

    Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki Bursa Mineral dan Komoditas Strategis yang mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

    Presiden Prabowo mengatakan pembentukan bursa tersebut merupakan tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang tengah dijalankan pemerintah. Pemerintah juga telah membahas rencana tersebut bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Menurut dia, Indonesia selama puluhan tahun menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk berbagai komoditas strategis, seperti kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, kopi, dan karet.

    Namun, ia menilai harga sejumlah komoditas Indonesia selama ini masih banyak ditentukan melalui bursa komoditas di luar negeri. Kondisi tersebut dinilai perlu diubah agar Indonesia sebagai negara produsen memiliki peran lebih besar dalam menentukan harga komoditasnya.

    Pemerintah akan mengoperasionalkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis di bawah pengawasan OJK. Melalui bursa tersebut, pemerintah menargetkan terbentuknya Indonesia Reference Price atau harga referensi Indonesia untuk berbagai komoditas utama ekspor. (Ant)

    Sony PlayStation 6

    Rumor PS6 Makin Panas, CEO Sony Beri Sinyal Baru tentang Waktu Kehadiran Konsol Generasi Berikutnya

    Rumor PS6 makin panas setelah CEO Sony memberi sinyal terbaru soal waktu rilis. Konsol generasi berikutnya belum memiliki jadwal pasti, sementara masalah komponen.

    img_title

    VIVA.co.id

    19 Agustus 2026

    Komentar
    Additional JS