Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amran Sulaiman Bencana Beras Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Amran Pastikan Stok Beras NTT Aman Usai Gempa, Diperkuat 5 Kali Lipat - CNN Indonesia

    4 min read

     

    Amran memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat di NTT aman setelah wilayah tersebut diguncang gempa, bahkan stoknya ditambah lima kali lipat. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)

    Jakarta, CNN Indonesia --

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) aman setelah wilayah tersebut diguncang gempa.

    Pemerintah bahkan memperkuat stok beras di wilayah terdampak hingga lima kali lipat.

    "Ini kalau dihitung ada lima kali lipat ya (stok beras di NTT), lima kali lipat. Aman, aman. Stok kita 5,2 juta ton, aman, insyaallah aman," kata Amran dalam konferensi pers di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (18/8).

    Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) ifu mengatakan pemerintah telah mengirimkan bantuan untuk NTT dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Bantuan tersebut berasal dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) melalui anggaran penanganan bencana di Bapanas.

    "Baru kami mau berangkat hari ini atau besok, tapi bantuan kami sudah kirim sampai dengan hari ini kurang lebih Rp100 miliar, (saya) sebagai kepala Bapanas. Ada beras, baru beras, kemungkinan nanti minyak goreng, tapi kami turun ke lapangan langsung," ujarnya.

    Menurut Amran, bantuan beras tersebut sudah tersedia di lokasi melalui Perum Bulog. Penyaluran bantuan diputuskan segera setelah gempa terjadi meski saat itu bertepatan dengan hari libur.

    "Barangnya ada di sana, Bulog sudah (kirim). Justru Sabtu saat bencana, hari libur kan hari Sabtu, langsung kami ambil keputusan. Yang butuh beras, Bulog, kami telepon Dirut Bulog (Ahmad Rizal Ramdhani). Yang butuh beras diberi, nanti tanda tangannya menyusul," katanya.

    Amran mengatakan administrasi penyaluran bantuan dapat menyusul karena kebutuhan pangan masyarakat dalam kondisi bencana tidak dapat ditunda.

    "Malam baru saya tanda tangan karena ini kemanusiaan, enggak boleh ditunda. Makan itu enggak boleh ditunda. Jadi administrasinya menyusul, tapi kami sudah tanda tangan semua," ucapnya.

    Amran mengatakan dirinya dijadwalkan turun langsung ke NTT untuk melihat kondisi lapangan dan penyaluran bantuan. Ia juga menyebut proyek strategis nasional di Flores akan dicek setelah berada di lokasi.

    "Proyek strategis nasional nanti kami cek, kami baru mau berangkat," katanya lebih lanjut.

    Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu (15/8), dengan pusat gempa berada di wilayah Kabupaten Nagekeo. Pemerintah Provinsi NTT kemudian menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, terhitung 15 hingga 28 Agustus 2026.

    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat gempa mencapai 68 orang per Senin (17/8). Korban tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 26 orang, Manggarai Timur 24 orang, Nagekeo delapan orang, Sikka empat orang, serta Ende, Manggarai Barat, dan Ngada masing-masing dua orang.

    Selain korban meninggal, BNPB mencatat 213 orang mengalami luka-luka.

    Gempa tersebut juga menyebabkan ribuan bangunan rusak. Kerusakan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo, Ende, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Sikka.

    Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, perkantoran, hingga akses jalan juga terdampak.

    Hingga Senin (17/8), Pos Pendamping Nasional mencatat 1.576 gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. BMKG mencatat 54 gempa susulan di antaranya dirasakan warga.

    Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Kondisi diperkirakan mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan.

    (del/pta)

    Komentar
    Additional JS