Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Kementerian PU Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Antisipasi Gempa Susulan NTT, Kementerian PU Tunda Cek Menyeluruh Jalan dan Jembatan - Kompas

    5 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Gempa bumi berkekuatan sekitar 7,7 magnitudo yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 05.00 WITA, membuat pemeriksaan infrastruktur di sejumlah wilayah terdampak belum dapat dilakukan secara menyeluruh.

    Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT masih memprioritaskan pembersihan material longsoran yang menutup badan jalan nasional.

    Pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan ruas jalan lainnya belum dilakukan karena masih terdapat potensi gempa susulan.

    Baca juga: 200 BTS Terdampak Gempa M 7,7 di NTT, Layanan 3 Operator Terganggu

    Kepala BPJN NTT Janto mengatakan, petugas di lapangan masih mempertimbangkan faktor keselamatan dalam melakukan pemeriksaan infrastruktur pascagempa.

    Potret NTT 4 Hari Pasca Gempa: Warga Bertahan di Tenda Darurat, Evakuasi Tim SAR Berlanjut

    "Untuk sementara tim di lapangan masih memprioritaskan pembersihan material longsoran pada badan jalan,' kata Janto dikutip dari rilis, Sabtu (15/8/2026).

    Menurutnya, pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan dan seluruh ruas jalan nasional belum dapat dilakukan karena petugas masih mempertimbangkan faktor keselamatan di tengah kemungkinan terjadinya gempa susulan.

    Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat di wilayah pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.

    Picu Longsoran Tebing

    Dampak gempa juga memicu longsoran tebing di sejumlah ruas jalan nasional.

    Baca juga: Menteri PU Sorot Potensi Bahaya Cekungan Air di Hulu Sungai Pasca Gempa Sulteng

    Beberapa di antaranya berada di ruas Malwatar-Batas Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Batas Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Batas Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.

    Untuk menjaga konektivitas wilayah terdampak, Kementerian PU telah mengerahkan alat berat ke sejumlah lokasi.

    Pada wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader telah bergerak menuju lokasi terdampak. Sementara di wilayah PPK 3.4, satu unit ekskavator dikerahkan untuk menangani material longsoran.

    Baca juga: Penanganan Pascagempa NTT, Mendagri Pastikan Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

    Adapun di wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit ekskavator disiagakan di Ende.

    Alat berat tersebut digunakan untuk mempercepat pembersihan material longsoran yang menutup atau mengganggu badan jalan.

    Langkah ini dilakukan agar akses masyarakat tetap terjaga sekaligus mendukung mobilitas petugas dalam penanganan bencana.

    Baca juga: Mendagri Tito Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Pelabuhan Laurentius Say Maumere

    Siap Siaga Tangani Pasca Gempa

    Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan jajaran balai di wilayah NTT meningkatkan kesiapsiagaan dan memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascagempa.

    "Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody.

    Dody juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.

    Baca juga: Kabupaten Nagekeo NTT Terisolasi akibat Sejumlah Jalan Terputus karena Gempa

    Dia berharap, masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik.

    Kementerian PU akan terus melakukan pemantauan dan memperbarui data kerusakan di lapangan seiring kondisi yang memungkinkan.

    Pemeriksaan dan penanganan infrastruktur akan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen dan mempertimbangkan faktor keselamatan petugas.

    Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan jaringan jalan nasional di wilayah terdampak dapat kembali berfungsi sekaligus mendukung proses evakuasi, distribusi bantuan, dan pemulihan masyarakat pascagempa.

    Baca juga: Restorasi Belum Rampung, Gempa M 7,1 Hancurkan Kastil Kumamoto

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    NTT Diguncang 1.979 Gempa Susulan, BMKG: Masih Fluktuatif

    Komentar
    Additional JS