Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Arena Aritmia Berita Featured Jantung Kesehatan Spesial Tips & Tricks

    Aritmia Bisa Sebabkan Henti Jantung Mendadak, Gejalanya Terkadang Tidak Terlihat - detik

    2 min read

     


    Jakarta -

    Aritmia atau gangguan irama jantung dapat menjadi kondisi yang berbahaya. Penyakit ini bisa menyebabkan henti jantung mendadak.

    Menurut Spesialis penyakit dalam subspesialis kardiovaskular dari Brawijaya Hospital, dr Simon Salim, SpPD-KKV, pada sebagian orang yang memiliki kecenderungan mengalami aritmia berbahaya, henti jantung mendadak justru dapat menjadi tanda pertama ketika mereka bertemu dengan tenaga kesehatan.

    "Yang paling menakutkan itu adalah henti jantung mendadak. Nah, henti jantung mendadak ini sayangnya merupakan manifestasi pertama yang sering kali pada pasien itu adalah pertama kali ketemu tenaga kesehatan adalah dengan manifestasinya henti jantung mendadak," ujar dr Simon dalam program detikSore, Jumat (14/8/2026).

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Kondisi tersebut dapat terjadi tanpa didahului gejala. Memang, ada beberapa jenis aritmia yang menimbulkan gejala sebelumnya, tetapi tidak semuanya dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

    "Tapi ada yang bisa bikin henti jantung mendadak. Ada periode dia sama sekali gak ada gejala. Dan gejala pertama kali bertemu dengan tenaga medis adalah ketika henti jantung mendadak," tambahnya.

    Meski demikian, dr Simon menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan sebagian kecil jika dibandingkan dengan jenis aritmia lainnya. Namun, kondisi itu tetap menjadi hal yang menghebohkan karena dapat terjadi tanpa gejala sebelumnya.

    Adapun salah satu gejala yang paling bisa dikenali dari aritmia adalah jantung berdebar.

    "Berdebar merupakan salah satu gejala dari aritmia. Nah, yang berikutnya adalah rasa lemas, mudah lelah, bahkan seperti pingsan, dia hilang kesadaran. Atau mau pingsan juga bisa merupakan salah satu gejala dari aritmia," katanya.

    Namun, bukan berarti mengalami gejala-gejala ini pasti mengidap aritmia. Pemeriksaan perlu dilakukan.

    "Jadi kita harus membedakan aritmia yang mengganggu kehidupan sehari-hari dengan aritmia yang berpotensi berbahaya. Nah, itu ya perlu ketahuannya setelah biasanya kita melakukan pemeriksaan," kata dr Simon.

    (elk/up)

    Komentar
    Additional JS