Bahasa Indonesia Menjadi Bahasa Resmi UNESCO, Mendikdasmen Berharap Bisa Jadi Alat Diplomasi Global - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berharap bahasa Indonesia semakin berkembang di tingkat internasional setelah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO.
- Ia juga mendorong bahasa Indonesia menjadi salah satu instrumen diplomasi Indonesia di dunia.
- Abdul Mu’ti menambahkan, diplomasi tidak hanya dilakukan melalui dokumen dan perjanjian antarnegara.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berharap bahasa Indonesia semakin berkembang di tingkat internasional setelah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi UNESCO.
Ia juga mendorong bahasa Indonesia menjadi salah satu instrumen diplomasi Indonesia di dunia.
Baca juga: Sekolah Pelosok di Padang Lawas Terima Manfaat Program Revitalisasi Kemendikdasmen
"Kami berharap agar bahasa Indonesia yang setelah menjadi salah satu bahasa resmi UNESCO dapat semakin berkembang dan menjadi salah satu alat diplomasi bagi Indonesia," ujar Abdul Mu’ti.
Hal tersebut dikatakan Abdul Mu'ti dalam Puncak Apresiasi Handai Indonesia 2026 di Plaza Insan Berprestasi, Gedung Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta.
Menurut Abdul Mu’ti, penguatan bahasa Indonesia di kancah global merupakan bagian dari upaya menjadikan bahasa sebagai instrumen diplomasi.
Perjalanan bahasa Indonesia menuju ruang internasional, kata dia, merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.
Ia menilai para Handai Indonesia, yakni penutur asing bahasa Indonesia, turut berkontribusi dalam memperkenalkan Indonesia sekaligus membangun hubungan antarbangsa.
"Dengan menggunakan medium bahasa apapun, khususnya bahasa Indonesia, kita semua warga dunia dapat menjalin persahabatan dan merayakan keberagaman," kata Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti menambahkan, diplomasi tidak hanya dilakukan melalui dokumen dan perjanjian antarnegara.
Penghargaan terhadap budaya dan komunikasi antarmasyarakat juga menjadi bagian penting dalam diplomasi.
"Diplomasi bukan hanya soal dokumen dan perjanjian, melainkan juga soal penghargaan budaya dan komunikasi. Bahasa adalah alat diplomasi yang paling lembut, namun paling kuat," ujarnya.
Ia pun meminta para Handai Indonesia terus memelihara jejaring dan persahabatan, menggunakan bahasa Indonesia dalam berbagai kesempatan, serta mengembangkan pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di negara dan lembaga masing-masing.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Hafidz Muksin mengatakan Festival Handai Indonesia dan Kelas Bahasa Indonesia bagi Diplomat Negara Sahabat merupakan bagian dari program internasionalisasi bahasa Indonesia melalui jalur pendidikan.
Menurut dia, tingginya jumlah negara asal peserta Festival Handai Indonesia (FHI) 2026 menunjukkan minat terhadap bahasa Indonesia semakin besar dan tersebar di berbagai belahan dunia.
FHI 2026 diikuti 542 pendaftar dari 79 negara. Sebanyak 25 peserta dari 21 negara kemudian melaju sebagai finalis untuk mengikuti babak final di Jakarta.
Festival tahun ini mempertandingkan lima kategori, yakni bercerita, bernyanyi, berpantun, berpidato, dan berpuisi.
Bahasa Resmi UNESCO
Bahasa Indonesia resmi ditetapkan sebagai bahasa resmi ke-10 pada Sidang Umum (Konferensi Umum) UNESCO pada 20 November 2023 di Paris, Prancis.
Keputusan ini--menurut Sekretariat Kabinet RI--menjadikan bahasa Indonesia sejajar dengan bahasa-bahasa utama dunia lainnya di forum internasional tersebut.
Detail Penetapan Tanggal: 20 November 2023
Lokasi: Markas Besar UNESCO, Paris, Prancis
Status: Bahasa resmi ke-10 Konferensi Umum UNESCO
Dampak dan Penggunaan
- Dokumen resmi Sidang Umum UNESCO dapat diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.
- Peserta sidang dapat menggunakan bahasa Indonesia dalam forum Sidang Umum.
- Menjadi sarana penting diplomasi budaya bangsa di kancah internasional.