Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Bantuan Kurang, Anak-anak Korban Gempa Manggarai Timur NTT Makan Nasi Campur Kopi - Kompas

    6 min read

     

    KUPANG, KOMPAS.com – Sejumlah warga Kampung Logo Atas, Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih kesulitan memenuhi kebutuhan pangan setelah bencana gempa bumi mengguncang wilayah tersebut.

    Keterbatasan bantuan membuat sejumlah anak-anak di lokasi pengungsian terpaksa makan nasi putih yang dicampur kopi.

    Aidah, salah satu warga mengatakan, dirinya sempat merekam kondisi anak-anak yang makan nasi campur kopi di lokasi pengungsian.

    Baca juga: Belum Tersentuh Bantuan, Pengungsi Gempa Nagekeo NTT Bertahan Hidup dengan Patungan

    Menurut Aidah, peristiwa itu terjadi pada Jumat (21/8/2026).

    Nurbiyati Pengungsi Gempa di Manggarai Beli Tenda Pakai Uang Sendiri, Belum Dapat Selimut dan Tikar

    Saat itu, warga di posko yang ditempatinya belum menerima bantuan makanan.

    "Anak-anak makan nasi putih campur kopi karena kemarin belum dapat sumbangan makanan," kata Aidah.

    Baca juga: Dedi Mulyadi Datang Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Rumah Rusak Berat Dapat Bantuan Rp 20 Juta

    Aidah mengatakan, terdapat sekitar 20 kepala keluarga yang mengungsi di posko tersebut.

    Adapun bantuan yang diterima hanya berupa 5 kilogram beras, tiga bungkus mi instan, dan satu rak telur untuk memenuhi kebutuhan 20 kepala keluarga.

    "Jumlahnya masih kurang untuk 20 kepala keluarga," ujarnya.

    Baca juga: Keluhan Pengungsi di Nagekeo: Mau Mengadu ke Siapa, Air Minum Saja Tak Ada

    Aidah berharap pemerintah dan pihak yang menyalurkan bantuan dapat memperhatikan warga yang tinggal di pelosok Kampung Logo Atas.

    Menurut dia, bantuan pangan seharusnya diberikan secara berkala agar kebutuhan warga selama berada di pengungsian tetap terpenuhi.

    "Saya berharap pembagian sembako itu harus bisa memperhatikan juga warga di bagian pelosok. Kalau bisa, dalam satu minggu bantuan pangannya tiga kali," ujar Aidah.

    Baca juga: Posko Pengungsian Reok Kebanjiran Pasien Diare dan ISPA Usai Gempa NTT M 7,7

    Bantuan Belum Merata

    Mikael Amir, warga lainnya mengatakan, bantuan makanan yang diterima warga belum merata.

    "Bantuan makanan yang kami terima tidak merata dan menjangkau semua. Apalagi kami yang bangun posko mandiri hanya dapat bantuan sedikit," kata Mikael saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (22/8/2026).

    Menurut dia, keterbatasan beras membuat warga harus mengandalkan ubi yang masih tersisa.

    Baca juga: Pasca-gempa M 7,7 NTT, Warung dan Minimarket Masih Tutup di Reok

    Sementara itu, persediaan mi instan dan telur juga terbatas.

    Mikael mengatakan, terdapat sekitar 40 posko pengungsian di wilayah tersebut.

    Namun, posko yang dikelola secara mandiri itu jarang mendapat bantuan.

    "Kami mandiri. Kami jarang dikasih bantuan. Kami berharap bantuan pemerintah," ujarnya.

    Dia berharap distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih merata, termasuk menyasar warga yang berada di wilayah pelosok.

    Baca juga: Sosok Ahmad Zaki Ali, Founder Gerak Bareng yang Meninggal Saat Salurkan Bantuan Gempa NTT

    Minta Pemerintah Datang Langsung ke Lokasi

    Mikael juga mengungkapkan adanya bantuan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM), relawan, dan pemerintah desa.

    Namun, jumlahnya dinilai belum mencukupi kebutuhan warga.

    "Memang ada sumbangan dari LSM dan relawan, dari pemerintah desa ada, tapi kurang," katanya.

    Selain kebutuhan pangan, Mikael berharap pemerintah daerah datang langsung ke lokasi pengungsian untuk memberikan dukungan psikologis kepada warga, terutama anak-anak yang masih mengalami trauma akibat gempa.

    Baca juga: Sisihkan Koin dari Uang Jajan, Siswa SDN 1 Ngrupit Kirim Kepedulian untuk NTT

    "Kami merasa kurang diperhatikan karena sampai saat ini belum ada kunjungan dari pemerintah untuk menguatkan psikologi kami dan anak-anak," ungkapnya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Kisah Pilu Korban Gempa NTT, Ayah Tewas Lindungi Putrinya dari Reruntuhan Rumah

    Komentar
    Additional JS