Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Freeport Papua Spesial

    Bos Freeport Ungkap Dampak Buruk Jika Tambang di Papua Setop 2041 - detik

    1 min read



    Tembagapura -

    Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan perpanjangan IUPK penting untuk memastikan keberlanjutan operasional tambang sekaligus mempertahankan kontribusi perusahaan kepada negara dan masyarakat.

    Sebagai informasi IUPK Freeport di Papua berakhir pada 2041. PTFI telah mengajukan permohonan perpanjangan IUPK kepada pemerintah melalui Kementerian ESDM pada pertengahan Juni 2026.

    Saat dikonfirmasi soal perkembangannya, Tony menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan secara teknis.

    "Satu hal lagi yang ingin kami sampaikan adalah pada bulan Februari tahun ini pemerintah, Freeport McMoRan dan Freeport Indonesia telah menandatangani MoU untuk perpanjangan IUPK PTFI setelah tahun 2041 sampai dengan usia tambang," kata Tony dalam upacara HUT ke-81 RI di Tembagapura, Senin (17/8/2026).

    Tony menilai apabila operasi Freeport berhenti pada 2041 akan berdampak pada Indonesia. Pemerintah akan kehilangan penerimaan negara yang bisa mencapai ratusan triliun, sementara sekitar 30.000 pekerja juga terdampak.

    "Intinya adalah kalau tambang itu berhenti di 2041, tidak ada yang diuntungkan. Pemerintah juga rugi, tidak ada pemasukan lagi dari Freeport. Karyawan 30 ribu juga nggak ada lagi. Program pengembangan masyarakat kita nggak ada lagi. Jadi kalau itu diperpanjang maka semua pihak diuntungkan," jelas Tony.

    (ily/hns)

    Komentar
    Additional JS