Budi Arie Klarifikasi Video Viral soal Potensi Pemilu Dipercepat, Tegaskan Analisis Pribadi - Tribunnews
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Budi-Arie-26082026.jpg)
Ringkasan Berita:
- Budi Arie menegaskan pernyataannya soal kemungkinan pemilu dipercepat sebelum 2029 merupakan analisis pribadi dan tidak mewakili Projo maupun Jokowi.
- Video tersebut direkam dalam acara silaturahmi kebangsaan Jokowi bersama para relawan di Jakarta pada Senin (24/8/2026).
- Budi Arie menyebut pandangannya muncul dari keresahan masyarakat dan tingginya harapan terhadap pemerintah, sekaligus mengajak relawan bersiap menghadapi kemungkinan gejolak politik.
SERAMBINEWS.COM - Ketua Umum DPP Projo, Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi terkait video yang menyinggung potensi percepatan pemilu sebelum 2029.
Ia menyebut video tersebut direkam dalam acara silaturahmi kebangsaan bersama Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di sebuah tempat di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Budi Arie menegaskan analisis dalam video merupakan pandangan pribadinya dan bukan sikap Projo maupun Jokowi.
Ia juga meminta maaf apabila pernyataannya menyinggung pihak tertentu.
Menurutnya, Jokowi justru mengingatkan relawan bahwa kondisi negara masih baik-baik saja.
Budi Arie menegaskan Projo berupaya menjaga hubungan Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto tetap langgeng.
Baca juga: Budi Arie Tegaskan Projo Dukung Gerindra, Sufmi Dasco: Gerindra Terbuka untuk Semua Dukungan
Ia menyebut pandangannya juga dipengaruhi tingginya harapan masyarakat terhadap pemerintah.
Karena itu, ia meminta pemerintah bersungguh-sungguh mendengarkan rakyat dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.
"Itu acara pertemuan silaturahmi kebangsaan Pak Jokowi dengan para relawan," ucapnya kepada Kompas.com, di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (26/8/2026).
Dia menegaskan, tidak ada perintah untuk merekam pembicaraan yang terjadi dalam forum tersebut karena memang pembicaraannya sangat sensitif.
Sebab itu, pria yang akrab disapa Muni ini mengucapkan permintaan maaf apabila ada pihak yang tersinggung dengan pernyataannya dalam forum tersebut.
"Tentu saya juga minta maaf kalau ada pihak-pihak yang tidak berkenan dengan pernyataan saya," tuturnya.
Baca juga: Dicopotnya Budi Arie Bikin Relawan Jokowi Meradang: "Prabowo Ingat Kemenangan Pilpres 2024"
Tegaskan Pernyataan Pribadi
Muni juga menegaskan, analisis yang ia ucapkan tersebut adalah pernyataan sebagai pribadi, bukan mewakili organisasi, apalagi dikaitkan dengan Jokowi.
"Itu pernyataan-pernyataan dan analisis saya sebagai pribadi, tanggung jawab pribadi saya," tuturnya.
Dia tidak ingin Jokowi dikaitkan, meskipun dalam video tersebut Jokowi duduk berada di sampingnya.
Menurut dia, Jokowi justru mengingatkan kepada para relawan bahwa kondisi negara masih baik-baik saja.
Muni juga menghormati beragam respons terkait video yang viral tersebut dengan segala penafsirannya.
Namun, ia kembali menegaskan, Projo menjadi bagian yang menjaga hubungan Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto tetap langgeng.
"Semua analisis dan semua apa, pandangan dari sebuah peristiwa, itu silakan saja gitu loh. Justru kita adalah orang yang paling kekeh membuat, menjaga supaya Pak Jokowi dan Pak Prabowo jangan diadu domba," ucapnya.
Sebut Pemerintah Lahir dengan Ekspektasi Tinggi
Dalam kesempatan yang sama, Budi Arie juga mengatakan, pandangannya itu tidak lahir dari ruang kosong, tetapi juga harapan masyarakat terhadap pemerintah yang lahir dengan ekspektasi tinggi.
"Bercermin dari satu putaran, artinya masyarakat, rakyat, warga bangsa sangat berharap pemerintah ini berhasil," ucapnya.
Sebab itu, harapan tinggi masyarakat harus dipahami agar pemerintah harus bersungguh-sungguh.
"Harus sungguh-sungguh mendengarkan rakyat dan mau bekerja di garis rakyat," tandasnya.
Video Viral
Sebagai informasi, video Budi Arie yang menyinggung potensi penyelenggaraan pemilu dipercepat sebelum 2029 viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 1 menit 47 detik itu, Budi Arie terlihat sedang menyampaikan gagasannya kepada sukarelawan lainnya.
Jokowi yang duduk bersebelahan dengan Budi Arie juga ikut terekam dalam video tersebut.
"Saya ingin sampaikan, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau.
Kita masih ngomong Pemilu 2029, tetapi kalau terjadi percepatan bagaimana? Kita siap tidak?" kata Budi Arie dalam potongan video itu.
Budi Arie dalam pernyataannya juga menyebut potensi percepatan pemilu sangat dimungkinkan.
Keyakinan tersebut muncul setelah Budi Arie membaca keresahan masyarakat terhadap kondisi perekonomian terkini.
Menurut dia, banyak masyarakat yang merasa tidak puas dengan situasi saat ini.
Oleh karena itu, Budi Arie mengajak rekan-rekannya sesama sukarelawan untuk memikirkan langkah lain jika terjadi gejolak politik. (*)