Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Cimahi Featured Garmen Spesial

    Buruh Garmen Cimahi Menangis dan Berpelukan Saat PHK Massal, 178 Orang Kehilangan Pekerjaan - Kompas

    3 min read

     


    CIMAHI, KOMPAS.com - Tangis pecah di antara para buruh sebuah pabrik garmen di Kota Cimahi, Jawa Barat, setelah perusahaan tempat mereka bekerja menghentikan kegiatan produksi.

    Momen perpisahan para pekerja yang saling berpelukan itu terekam dalam video dan viral di media sosial.

    Peristiwa tersebut terjadi di PT Namnam Fashion Industries, Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah.

    Baca juga: Kemenkes Atur Jam Kerja Dokter Magang: Maksimal 40 Jam per Minggu

    Video Tangis Buruh Viral

    Dalam video yang beredar, sejumlah buruh tampak menangis sambil memeluk rekan kerja mereka. Suasana haru itu menjadi penutup hari terakhir mereka bekerja setelah terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

    Tangisan Buruh Garmen Cimahi Saat PHK Massal, 178 Orang Kehilangan Pekerjaan

    Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Asep Jayadi, mengatakan sebanyak 178 pekerja terdampak penghentian produksi perusahaan tersebut.

    "Menurut informasi di lapangan memang ada PHK, totalnya itu 178 orang," ujar Asep saat dihubungi, Senin (3/8/2026).

    Baca juga: Tolak Pesangon Dicicil 10 Kali, Korban PHK Massal PT SGS Jombang Dirikan Tenda Protes di Depan Disnaker

    Menurut Asep, perusahaan diduga sudah tidak mampu lagi mempertahankan kegiatan usahanya di sektor garmen.

    "Katanya ada efisiensi kerugian, mereka sudah enggak kuat memproduksi garmen, rencana mau berubah jenis usaha juga. Kami sekarang mau melakukan penelusuran dulu untuk kepastiannya," kata Asep.

    Saat ini, Disnaker Kota Cimahi masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab penghentian produksi serta proses PHK terhadap para pekerja.

    Baca juga: Pemkot Jaktim Tawarkan Pelatihan Wirausaha untuk Evi, Penyintas Autoimun Pencari Kerja

    Order Terus Menurun Sejak 2019

    Ketua DPC SPSI Kota Cimahi, Pepet Saeful Karim, mengatakan penurunan pesanan menjadi salah satu penyebab kondisi perusahaan terus memburuk.

    Menurut dia, jumlah order mulai menurun sejak 2019 dan semakin terpuruk setelah pandemi Covid-19 pada 2020.

    "Betul telah terjadi PHK atau efisiensi pengurangan karyawan dikarenakan order PT Namnam terus berkurang dari tahun 2019. Puncaknya di tahun ini 2026 order drop, khususnya di sektor garmen," ungkap Pepet.

    Ia menyebut anjloknya pesanan membuat perusahaan akhirnya melakukan efisiensi hingga menghentikan produksi dan merumahkan ratusan pekerja.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Mendagri Tito Semprot Balik Dedi Sitorus soal Kasus Ayah Tewas di Tabanan, "Senggol" PDI Perjuangan

    Komentar
    Additional JS