Cerita Aluna Kamila Pembawa Baki Kota Malang: Ditentukan H-10 Menit, Jadi Kenangan Paling Berharga - Tribunnews
Ringkasan Berita:
- Penentuan tim pengibaran dan penurunan Pasukan Delapan Paskibraka Kota Malang baru diputuskan sekitar 10 menit sebelum upacara peringatan HUT ke-81 RI dimulai.
- Aluna Kamila Arasya yang telah disiapkan sebagai pembawa baki sejak latihan tahap kedua.
- Pelatih Paskibraka Kota Malang, Serma Sunyitno, mengingatkan tugas para anggota Paskibraka masih berlanjut selama satu tahun masa bakti.
SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Suasana jelang upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Balai Kota Malang berlangsung khidmat.
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Malang telah bersiap dalam barisan sejak beberapa menit sebelum acara dimulai.
Para anggota pasukan delapan berdiri tegap. Merekalah yang akan bertugas menaikan dan menurunkan bendera.
Pada menit-menit akhir, mereka harap-harap cemas menanti pembagian tugas, siapa yang akan bertugas saat pengibaran dan penurunan bendera.
Baca juga: Tangis Haru 3 Srikandi Paskibraka Ponorogo Kibarkan Bendera di Tengah Deras dan Licinnya Air Sungai
Di tengah persiapan tersebut, setiap anggota telah memahami peran masing-masing. Namun, pembagian pasukan delapan untuk menjalankan tugas pengibaran maupun penurunan baru ditentukan sekitar 10 menit sebelum pelaksanaan.
Aluna Kamila Sang Pembawa Baki
Aluna Kamila Arasya akhirnya ditunjuk sebagai pembawa baki prosesi pengibaran bendera hanya 10 menit sebelum acara dimulai.
Pelajar SMA 7 Malang itu mengungkapkan, Pasukan Delapan terbagi dalam dua tim, yaitu tim pengibaran pagi dan tim penurunan sore.
"Jadi itu nanti ada tim pengibaran sama penurunan," ucapnya.
Aluna mengatakan, seluruh anggota pasukan delapan menjalani latihan bersama selama. Mereka tidak hanya berlatih untuk satu tugas, tetapi harus menguasai seluruh materi pengibaran dan penurunan bendera.
"Latihannya dua minggu itu bareng semua. Jadi kita harus menguasai semua materinya, penaikan dan penurunan," jelasnya.
Dari delapan anggota tersebut, empat orang masuk tim pengibaran dan empat lainnya menjadi tim penurunan. Penentuan tim dilakukan menjelang pelaksanaan upacara.
"Tadi waktu H-10 menit itu kami baru ditentukan bertugasnya penaikan atau penurunan. Saya bertugas membawa baki untuk pengibaran bendera," beber Aluna.
Jadi Kenangan Paling Berharga
Meski pembagian tim baru ditentukan mendekati waktu pelaksanaan, Aluna mengaku sudah diberi tahu sejak masa latihan kalau dirinya dipercaya menjadi pembawa baki.
Aluna hanya belum mengetahui apakah akan menjalankan tugas tersebut dalam prosesi pengibaran atau penurunan. Kepastian itu mengikuti pembagian tim yang dilakukan menjelang upacara.
Baca juga: Berita Malang Raya Populer: Gemblengan 72 Paskibraka Kota Batu, Dishub Kaji 9 Trayek Feeder
Bagi Aluna, kepercayaan menjadi pembawa baki bukan sekadar tugas dalam upacara. Ia merasa bangga karena mendapat kesempatan tersebut.
"Bangga dipilih menjadi pembawa baki. Ini menjadi kenangan yang paling berharga dalam hidup saya," kata Aluna.
Kepercayaan tersebut sekaligus menjadi pengalaman yang tidak mudah dilupakan bagi Aluna.
Terlebih, tugas sebagai bagian dari Pasukan Delapan mengharuskannya menjaga konsentrasi, ketenangan, serta kekompakan bersama anggota Paskibraka lainnya.
Tangis Haru dan Kedekatan dengan Pelatih
Setelah melaksanan tugas pengibaran, para petugas pengibar bendera berkumpul di gedung DPRD Kota Malang. Mereka membubarkan diri lalu berpelukan satu sama lain.
Beberapa di antara mereka berpelukan dan menangis, sedangkan yang lain berusaha menenangkan.
Pelatih Paskibraka Kota Malang, Sersan Mayor Sunyitno adalah salah satun yang dikerumuni para pasukan pengibar bendera untuk dipeluk dalam tangisan.
Sunyitno mengatakan, hubungan yang terbangun selama proses latihan membuat para anggota Paskibraka diperlakukan layaknya anak sendiri.
"Hubungan emosional, hubungan rasa kekeluargaan yang tinggi. Mereka bukan anggota, bukan apa, mereka seperti anak saya sendiri yang harus saya bimbing untuk menjadi seorang Paskibraka sejati," katanya.
Menurut Sunyitno, kedekatan tersebut penting untuk memahami karakter setiap anggota, sebab tugas Paskibraka bukan pekerjaan individu, melainkan kerja tim yang membutuhkan kekompakan.
Pembinaan Paskibraka Kota Malang dilakukan melalui dua tahap.
Baca juga: Pembawa Baki Kota Batu Alea Keisha: Korbankan Rambut Panjang demi Negara dan Cita-Cita Polwan
Tahap pertama berlangsung sekitar dua pekan di Islamic Center Kota Malang. Pada tahap tersebut, para peserta diperkuat dengan dasar-dasar pengetahuan.
Setelah dasar mereka dinilai cukup kuat, latihan dilanjutkan di Balai Kota Malang.
Pada tahap kedua, peserta mulai berlatih formasi sekaligus memperkuat kerja sama antarpersonel.
"Karena mereka bukan perorangan. Mereka adalah petugas untuk tim. Semuanya bagus satu, bagus. Tidak ada satu bagus, tidak ada. Semuanya bagus," ujarnya.
Penilaian Pembawa Baki
Sunyitno juga menjelaskan penentuan pembawa baki Paskibraka telah dilakukan sejak memasuki tahap kedua latihan.
Penilaian dilakukan berdasarkan karakter peserta, termasuk kedewasaan, ketenangan, kesungguhan, dan kemampuan menjaga fokus.
"Di tahap dua sudah kami mulai. Sudah kami sampaikan kamu pembawa baki," terangnya.
Sementara itu, pengukuhan yang dilakukan Wali Kota Malang sebelumnya merupakan pengukuhan calon Paskibraka menjadi Paskibraka. Bukan Pengukuhan pembawa baki.
Sunyitno mengatakan, setelah bertugas pada upacara peringatan Kemerdekaan RI, tugas anggota Paskibraka belum sepenuhnya berakhir.
Mereka masih memiliki masa bakti selama satu tahun dan akan kembali menjalankan tugas pada peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni.
"Jadi Paskibraka itu tugasnya satu tahun. Mereka masih ada tugas," jelasnya.
Selain menjalankan tugas pengibaran bendera, anggota Paskibraka juga akan berperan sebagai Duta Pancasila.
Oleh karena itu, Sunyitno berpesan agar para anggota tetap menjaga fokus dan mempersiapkan diri untuk tugas-tugas berikutnya.
"Sebenarnya tugas belum selesai. Tetap fokus dan sukses untuk pengibaran. Mudah-mudahan dalam penurunan nanti bisa sukses lagi," pungkasnya.
Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> News.google.com