Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Flores Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Dampak Gempa Flores, Sekolah di Manggarai Diliburkan hingga 28 Agustus 2026 - Kompas

    4 min read

     


    RUTENG, KOMPAS.com - Memasuki hari kedelapan pasca-gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di Kabupaten Manggarai masih dihentikan sementara.

    Sejumlah siswa terdampak bencana terpaksa melangsungkan kegiatan belajar dari rumah maupun secara mandiri di posko-posko pengungsian.

    Kebijakan merumahkan aktivitas sekolah tersebut direncanakan berlangsung hingga Jumat (28/8/2026), sembari memantau perkembangan dan situasi terkini pasca-bencana.

    Baca juga: Gempa di NTT Runtuhkan Masjid Kubah Merah Putih, Dompet Dhuafa Dirikan Posko  

    Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah berada di Kampung Ratung, Kelurahan Pagal, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai.

    Gempa Kembali Terjadi di Manggarai NTT, Warga Berhamburan Keluar

    Warga Kampung Ratung, Silvester Lensi Haki, mengungkapkan bahwa keputusan meliburkan aktivitas sekolah merupakan arahan resmi dari pemerintah daerah setempat.

    "Kami mendapatkan pengumuman dari Bupati Manggarai Heribertus Nabit bahwa sekolah diliburkan sampai 28 Agustus sambil menunggu perkembangan kondisi bencana ini," kata Silvester saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu (22/8/2026).

    Baca juga: 12 Truk Bantuan dari Surabaya Melaju ke Nagekeo, Bawa Logistik hingga Dukungan untuk Anak Korban Gempa

    20 Rumah Rusak Parah

    Silvester menjelaskan, guncangan gempa bumi yang terjadi pada Sabtu (15/8/2026) lalu mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan pemukiman warga di wilayahnya.

    Sedikitnya ada 20 unit rumah warga di Kampung Ratung yang mengalami kerusakan berat sehingga tidak memungkinkan lagi untuk ditinggali.

    "Kami sedang mengungsi di posko-posko mandiri," ujar Silvester.

    Terkait pemenuhan kebutuhan dasar, ia mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menyalurkan bantuan awal sejak hari pertama pasca-bencana.

    "Kami bersyukur karena sejak hari pertama bencana, pemerintah sudah mendistribusikan bantuan logistik, terpal, makanan, dan minuman," tuturnya.

    Baca juga: Bantuan Kurang, Anak-anak Korban Gempa Manggarai Timur NTT Makan Nasi Campur Kopi

    Pengungsi Mulai Terserang Penyakit dan Butuh Selimut

    Meski pasokan pangan dan tempat bernaung sementara telah disalurkan, Silvester membeberkan ancaman masalah baru yang dihadapi para pengungsi di lapangan.

    Faktor cuaca yang sangat dingin di lokasi pengungsian membuat kondisi kesehatan warga, khususnya anak-anak dan lansia, mulai menurun.

    "Di posko, warga ada yang mengalami batuk dan demam karena cuaca sangat dingin. Kami membutuhkan obat-obatan dan selimut," ungkapnya.

    Ia pun berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat segera menyalurkan bantuan medis serta selimut untuk menjaga kesehatan para pengungsi yang masih bertahan di posko penampungan sementara.

    Baca juga: 5 Hari Kedinginan di Tenda, Pengungsi Gempa Flores Akhirnya Terima Selimut Baru H-1 Kedatangan Prabowo

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Gempa Susulan M 5,8 Guncang Flores, Warga Reok Berhamburan dan Terduduk Lemas

    Komentar
    Additional JS