Dampak Gempa Nagekeo, Warga Ululoga Swadaya Perbaiki Pipa Air di Tengah Medan Jurang dan Gempa Susulan - Kompas
NAGEKEO, KOMPAS.com – Warga Desa Ululoga, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), bergotong royong secara swadaya memperbaiki jaringan pipa air bersih yang rusak parah akibat tanah longsor pascagempa bumi yang mengguncang wilayah tersebut.
Kepala Desa Ululoga, Petrus Leko, mengonfirmasi bahwa perbaikan jaringan pipa air bersih ini telah berlangsung selama dua hari, yakni sejak Kamis (20/8/2026) hingga Jumat (21/8/2026). Pipa air tersebut sangat vital karena tidak hanya dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Ululoga, tetapi juga oleh warga dari desa-desa tetangga di sekitarnya.
"Puji Tuhan, kemarin titik yang rusak di medan yang sulit sudah bisa diatasi dan diperbaiki. Kemarin warga berhasil memperbaiki sekitar 200 meter, dan hari ini pipa kembali disisir untuk memperbaiki titik-titik yang masih rusak," ujar Petrus Leko saat dihubungi Kompas.com via telepon, Jumat (21/8/2026).
Baca juga: Cerita Warga Nagekeo NTT 5 Hari Mengungsi: Ingin Pulang, tapi Rumah Rusak dan Takut Gempa Susulan
Tantangan Medan Berat dan Ancaman Gempa Susulan
Proses pemulihan pipa air bersih ini dihadapkan pada medan ekstrem berupa jurang terjal serta potensi bahaya gempa bumi susulan. Untuk mengantisipasi risiko keselamatan, warga membagi tugas selama bergotong royong di lapangan.
Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya
"Kendalanya saat melakukan perbaikan adalah gempa susulan, sehingga kami harus sangat waspada. Sebagian warga bekerja memperbaiki pipa, sementara sebagian lainnya bertugas mengawasi area sekitar jika terjadi gempa susulan, karena medannya memang sangat berat dan melewati jurang," jelasnya.
Selama akses ke mata air terputus, masyarakat harus memutar otak demi memenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi harian. Secara mandiri, sejumlah warga membeli air bersih ukuran 1.300 liter seharga Rp 100.000.
Selain itu, warga memanfaatkan cadangan air bersih di bak-bak penampungan milik tetangga untuk kebutuhan konsumsi minum. Sedangkan untuk aktivitas mandi dan mencuci pakaian, sebagian warga terpaksa memanfaatkan aliran sungai kecil yang berada tak jauh dari pemukiman desa.
Baca juga: Pascagempa NTT, Kementerian PU Salurkan Bantuan Air Bersih ke Nagekeo dan Ende
Warga Alami Trauma dan Pilih Tinggal di Tenda Swadaya
Lihat Foto
Dampak gempa bumi di Desa Ululoga tidak hanya merusak fasilitas air, tetapi juga menghancurkan pemukiman warga. Banyak rumah warga yang mengalami kerusakan fisik dan retak-retak struktur bangunan.
Meski dilaporkan tidak ada korban jiwa meninggal dunia, mayoritas warga kini mengalami trauma berat akibat guncangan gempa susulan yang masih kerap terjadi. Kondisi tersebut memaksa warga mendirikan tenda darurat seadanya di halaman depan rumah masing-masing.
"Tenda-tenda ini didirikan secara swadaya oleh warga karena merasa takut jika harus bertahan di dalam rumah. Walau belum ada titik lokasi pengungsian resmi, warga terdampak sudah mulai menerima bantuan dari Presiden sebanyak 60 paket bahan pokok," ungkap Petrus Leko.
Terkait dengan ketersediaan pasokan logistik, pihak pemerintah desa menyebutkan stok bahan makanan warga saat ini makin menipis. Kendati demikian, warga Ululoga masih berupaya memanfaatkan bahan pangan sisa yang ada secara hemat.
"Kami di sini masih bisa bertahan. Jika nantinya ada penyaluran bantuan logistik tambahan dari pemerintah atau relawan, mungkin bisa diprioritaskan terlebih dahulu ke daerah lain yang kondisinya jauh lebih parah, seperti di Mbay. Prioritas utama sebaiknya di sana," pungkas Kades Ululoga.
Baca juga: Warga Nagekeo Bertahan dengan Sisa Makanan, Bantuan Sembako Belum Tiba
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Indonesia Berada di Kawasan Cincin Api, Gempa NTT Jadi Sorotan Internasional