Danantara Turun Tangan Benahi LRT City yang Mangkrak Bertahun-tahun - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria merespons pertanyaan mengenai kondisi proyek apartemen LRT City yang disebut mengalami kendala.
Dony mengaku belum menerima informasi terkait persoalan tersebut dan akan mengeceknya lebih lanjut.
Hal itu disampaikan Dony usai menghadiri acara akad massal 62.710 rumah subsidi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).
Saat ditanya mengenai proyek apartemen LRT City, Dony mengaku belum mengetahui kondisi terkini proyek tersebut.
Rahasia Bangunan Belanda Bertahan Ratusan Tahun, Ternyata Bukan Sekadar Semen!
"Oh, bukan sama saya. Nanti saya lihat saja. Tapi, Pak Doni sudah tahu soal itu?" kata Dony kepada salah seorang pendampingnya.
Setelah mendapat jawaban bahwa informasi tersebut belum diterima, Dony mengatakan akan menindaklanjutinya.
"Belum. Ya, nanti saya cek," ujarnya.
Baca juga: Bos Adhi Karya Buka-bukaan Penyebab LRT City Milik ADCP Mangkrak
Meski belum memberikan penjelasan khusus mengenai proyek LRT City, Dony memaparkan bahwa Danantara saat ini tengah fokus membenahi kondisi perusahaan-perusahaan properti BUMN yang sebelumnya menghadapi berbagai persoalan keuangan dan proyek.
Menurut dia, langkah pertama yang dilakukan adalah menyehatkan kondisi perusahaan, termasuk melakukan penyesuaian nilai aset (impairment) untuk mengetahui nilai riil aset yang dimiliki masing-masing perusahaan.
"Nanti setelah kita sehatkan semua, kita lihat berapa total inventory yang kita punya. Nah, dari total inventory (iventarisasi) inilah yang nanti akan kita lakukan pemasaran sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh inventory yang dimiliki oleh properti BUMN," ujar Dony.
Properti BUMN Dikonsolidasikan
Dia menjelaskan, seluruh persediaan properti BUMN nantinya akan dikonsolidasikan agar tidak lagi dikelola secara terpisah oleh masing-masing perusahaan.
Dony menilai, pola pengembangan yang selama ini dilakukan secara sendiri-sendiri menyebabkan proyek-proyek BUMN tidak berjalan optimal.
"Kita konsolidasikan. Tadinya terpisah-pisah. Di satu lokasi bisa ada tiga perusahaan properti kita. Tiga-tiganya tidak optimal. Setelah kita rapikan, seluruh inventory itu akan dipasarkan bersama," katanya.
Selain mengonsolidasikan aset, Danantara juga menyiapkan skema pembiayaan bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk memudahkan masyarakat membeli rumah maupun apartemen milik BUMN.
"Nanti seluruh Himbara membuat produk pembiayaan yang lebih murah, yang lebih memungkinkan masyarakat memiliki kredit perumahan yang dikombinasikan dengan properti BUMN," ujar Dony.
Dia menambahkan, hasil konsolidasi tersebut akan diperkenalkan kepada masyarakat melalui Housing Expo yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Agustus 2026–30 Agustus 2026.
Baca juga: Dirut Lama dan Baru ADCP Bakal Diundang Ara Bereskan Masalah LRT City
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Warga Tinggal di Kwini 8 Jakpus Sebelum Kemerdekaan, Kini Merasa Lahan Diserobot Kodam Jaya