Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Dunia Internasional Featured KAAN Spesial

    Dipesan RI, Jet Tempur KAAN Turkiye Mulai Uji Coba di Landasan Pacu - Kompas

    5 min read

     

    ANKARA, KOMPAS.com - Prototipe terbaru jet tempur generasi kelima KAAN buatan Turkiye yang dipesan Indonesia mulai menjalani uji coba di landasan pacu (taxi test) sebelum mengudara.

    Rekaman uji coba itu dirilis oleh Industri Dirgantara Turkiye (Turkish Aerospace) pada Jumat (31/7/2026).

    Dalam video yang diunggah melalui akun NSosyal milik Turkish Aerospace, prototipe KAAN terlihat bergerak menggunakan tenaga mesinnya sendiri di landasan pacu fasilitas perusahaan di Ankara.

    Baca juga: Indonesia Beli Jet Tempur KAAN Rp 162 Triliun, Turkiye Pecah Rekor

    Pesawat tersebut masih belum menggunakan skema cat akhir karena masih berada dalam tahap pengembangan.

    Alasan Prabowo Tunjuk TNI AD Kerjakan Proyek Jembatan Garuda

    Uji coba di landasan pacu ini merupakan bagian dari pengujian di darat (ground test) sebelum pesawat menjalani uji terbang berikutnya.

    Turkish Aerospace menyebut pengembangan KAAN terus berlanjut melalui prototipe P1 dan P2 yang dibekali arsitektur sistem lebih canggih dibanding pendahulunya.

    Prototipe yang menjalani uji coba kali ini adalah KAAN P1, bukan prototipe pertama yang sebelumnya telah melakukan penerbangan perdana pada Februari 2024.

    Menurut AeroTime, prototipe pertama yang diberi kode P0 digunakan untuk memvalidasi karakteristik dasar penerbangan, sistem kendali terbang, dan platform pesawat secara keseluruhan. Pesawat tersebut lebih dulu menjalani uji coba di landasan pada Maret 2023 sebelum terbang dua kali pada 2024, yakni pada 21 Februari dan 6 Mei.

    Dalam penerbangan kedua, KAAN mengudara selama 14 menit hingga mencapai ketinggian 10.000 kaki.

    Setelah menyelesaikan tahap tersebut, P0 kini dialihkan untuk pengujian sistem di darat, sementara program uji terbang selanjutnya akan ditopang oleh prototipe P1 dan P2 yang dikembangkan berdasarkan evaluasi dari penerbangan prototipe pertama.

    Presiden dan CEO Turkish Aerospace Mehmet Demiroglu sebelumnya mengatakan bahwa P1 diperkirakan akan melakukan penerbangan pertamanya dalam beberapa bulan ke depan setelah seluruh pengujian sistem dan pengujian di darat selesai.

    Ia juga menyebut prototipe P2 ditargetkan menyusul terbang sebelum akhir 2026 sehingga kedua pesawat dapat menjalani kampanye uji terbang secara bersamaan hingga penghujung tahun.

    Demiroglu menambahkan, Turkish Aerospace saat ini memiliki 10 mesin F110 di Ankara untuk kebutuhan pengembangan dan uji terbang prototipe.

    Perusahaan juga tengah mengadakan 80 mesin tambahan untuk produksi awal setelah proses izin ekspor dari Amerika Serikat memperoleh persetujuan Kongres pada Juli 2026.

    Baca juga: RI Borong 48 Jet Tempur KAAN Saat APBN Tekor, Ekonom: Mau Bayar Pakai Apa?

    Indonesia jadi pelanggan ekspor pertama

    Pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan pada saat kunjungan Presiden Turki tahun 2025.

    Lihat Foto

    KAAN merupakan jet tempur generasi kelima yang dikembangkan Turkiye untuk memenuhi kebutuhan Angkatan Udara negara tersebut sekaligus pasar ekspor.

    Indonesia menjadi pelanggan ekspor pertama program KAAN setelah menandatangani kontrak pembelian 48 unit pada 2025.

    Berdasarkan pengumuman Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan saat itu, seluruh pesawat akan diproduksi di Turkiye dan dikirim ke Indonesia secara bertahap dalam jangka waktu sekitar 10 tahun.

    Nilai kontrak tersebut mencapai sekitar 10 miliar dollar AS, menjadikannya rekor ekspor industri pertahanan terbesar bagi Turkiye. Kesepakatan itu juga mencakup kerja sama teknologi dengan melibatkan kemampuan manufaktur dalam negeri Indonesia dalam proses produksi.

    Sementara itu, Turkish Aerospace menargetkan pengiriman pertama KAAN Block 10 kepada Angkatan Udara Turkiye tetap dimulai pada 2028. Gelombang awal terdiri atas 20 pesawat yang dijadwalkan dikirim secara bertahap hingga 2030. 

    Baca juga: Tolak Jet F-35 AS, Spanyol Berencana Beli Jet Siluman KAAN Turkiye, Susul Indonesia

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    RAFALE Bisa “BUTA” Tanpa Sistem Ini! Rahasia Perisai Baru Langit Indonesia

    Komentar
    Additional JS