Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amran Sulaiman Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Gempa M 7,7 Flores, Mentan Amran Janji Perbaiki Sawah dan Ganti Alsintan Petani - Kompas

    3 min read

     


    MANGGARAI, KOMPAS.com – Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan bantuan untuk petani yang lahan dan alat pertaniannya rusak akibat gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan pemerintah pusat akan menanggung biaya perbaikan sawah, termasuk jaringan irigasi tersier, serta mengganti sejumlah sarana produksi pertanian milik petani yang rusak akibat gempa.

    Hal itu disampaikan Amran saat mengunjungi Posko Barangkolong di Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, Rabu (19/8/2026), untuk menyerahkan bantuan pangan bagi warga terdampak gempa.

    China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan

    Baca juga: Kemenkes Kirim Tim Dokter Spesialis Ortopedi untuk Tangani Korban Gempa NTT

    "Saya lihat ada banyak laporan sawah yang rusak. Seluruh sawah yang rusak, irigasi tersier dan sawah akan diperbaiki dan ditanggung oleh pemerintah pusat. Kami yang jamin," kata Amran.

    Selain memperbaiki sawah dan irigasi, Kementan akan menyediakan bibit tanaman kopi, kakao, dan kelapa untuk mengganti tanaman milik petani yang rusak akibat gempa.

    "Sekarang sudah ada anggarannya," imbuhnya.

    Pemerintah juga akan mengganti alat dan mesin pertanian (alsintan) milik petani yang mengalami kerusakan akibat gempa.

    Amran mengatakan, petani dapat melaporkan kerusakan tersebut melalui pemerintah daerah untuk selanjutnya ditindaklanjuti.

    "Iya. Itu nanti paket. Jadi diperbaiki sawahnya dikirim alsintan. Bisa mengajukan lewat PPL," ujar Amran.

    Baca juga: Gempa NTT Bikin Kiriman Uang Terhenti, Mahasiswa di Jogja Terpaksa Ngebon di Warmindo

    Gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa serta merusak rumah warga, fasilitas umum, dan fasilitas pemerintahan di sejumlah wilayah.

    Selain bangunan dan infrastruktur, sejumlah lahan pertanian, termasuk sawah yang tersebar di Pulau Flores, juga dilaporkan mengalami kerusakan.

    Adapun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

    Status tersebut ditetapkan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Ahli ITB Ungkap Gempa NTT Mirip Gempa Dahsyat 1992 Penyebab Tsunami, Apa yang Perlu Diwaspadai?

    Komentar
    Additional JS