Gempa NTT, 11 Gardu Induk Pulih Kurang dari 12 Jam - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Pemulihan jaringan listrik setelah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai berlangsung dengan cepat.
Gempa berkekuatan magnitudo 7,7 SR yang mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026) sempat mengganggu sistem kelistrikan Flores.
Sekitar 11 gardu induk (GI) atau seluruh GI yang terdampak berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi dalam waktu kurang dari 12 jam.
Baca juga: Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen, Cek Biaya Terbaru dan Cara Klaimnya

Lihat Foto
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) M Kholid Syeirazi menilai, pemulihan jaringan listrik yang cepat membantu mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Potret NTT 4 Hari Pasca Gempa: Warga Bertahan di Tenda Darurat, Evakuasi Tim SAR Berlanjut
“Kecepatan pemulihan kelistrikan seperti di NTT penting karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat, terutama dalam situasi pascabencana,” ujar Kholid dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).
Data pemulihan menunjukkan proses tersebut terus berlangsung hingga Minggu (16/8/2026) pagi pukul 09.00 WITA.
Progres pemulihan kelistrikan di seluruh daratan Flores telah menembus 92 persen untuk pemulihan gardu distribusi.
Baca juga: Diskon 50 Persen Tambah Daya PLN Dinilai Bantu Produktivitas Warga
Selanjutnya pada 18 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WITA, seluruh pelanggan terdampak di Flores dilaporkan telah kembali menikmati aliran listrik.
Menurut Kholid, capaian tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan sistem energi dalam menghadapi kondisi darurat, sekaligus memastikan masyarakat dapat segera kembali menjalankan aktivitas setelah bencana.
“Dalam kondisi bencana, pemulihan listrik bukan hanya soal menghidupkan jaringan, tetapi juga memastikan rumah sakit, fasilitas pelayanan publik, posko bencana, dan aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” kata Kholid.
Kholid menambahkan kecepatan pemulihan tersebut perlu menjadi bagian dari penguatan ketahanan energi nasional, khususnya dalam menghadapi risiko bencana alam yang dapat mengganggu infrastruktur strategis.
Baca juga: PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen, Berlaku sampai 25 Agustus 2026
“Ketahanan energi tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pasokan, tetapi juga kemampuan sistem untuk pulih dengan cepat ketika terjadi gangguan atau bencana,” ujar dia.
Ia juga menilai koordinasi antarpemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar penanganan gangguan energi dalam kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat serta petugas.
“Pengalaman di NTT menunjukkan bahwa kesiapsiagaan dan kecepatan respons menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan layanan energi kepada masyarakat,” tutup Kholid.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
NTT Diguncang 1.979 Gempa Susulan, BMKG: Masih Fluktuatif