Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Gibran Rakabuming Raka Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Gibran Turun Gunung ke NTT: Temui Pengungsi, Bantu Urus BPJS hingga Gendong Bayi Baru Lahir - Kompas

    11 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja selama dua hari di Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menemui langsung para korban terdampak gempa.

    Gibran bertolak ke NTT, pada Kamis (20/8/2026), serta mengajak perwakilan mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI).

    Dikutip dari Antara, Gibran bersama enam mahasiswa tiba di Maumere, Kabupaten Sikka sekitar pukul 13.00 Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan langsung bergerak menuju lokasi terdampak.

    Lewat kunjungan ini diharapkan langkah pemerintah dalam proses pemulihan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan nyata masyarakat.

    Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Bawa Mahasiswa UI ke Maumere

    Baca juga: Korban Gempa di NTT Gotong Royong Bersihkan Puing Rumah dan Bangun Hunian Darurat

    Menurut Gibran, keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan ke NTT ini merupakan bagian dari semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

    Selama kunjungan kerja pada Kamis kemarin, Gibran dan rombongan meninjau sejumlah lokasi posko pengungsian bencana serta fasilitas layanan dasar masyarakat di Kabupaten Sikka.

    Dalam kunjungan di Kabupaten Sikka, Gibran juga didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Suharyanto, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, hingga Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago.

    Bagikan buku, mainan, hingga peralatan bayi

    Salah satu lokasi yang ditinjau Gibran adalah pengungsian warga terdampak gempa yang ada di SD Inpres LXXVI Wairklau, Maumere.

    Dari video yang diterima Kompas.com, kedatangan Gibran dan rombongan disambut antusias warga setempat yang sedang mengungsi pascagempa.

    Baca juga: Gibran Bertolak ke NTT, Ajak Mahasiswa UI untuk Bantu Trauma Healing

    Banyak pula warga, termasuk anak-anak, yang mengerumuni Gibran untuk menyalami anak Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.

    Selama di posko pengungsian ini, Gibran juga membagikan buku, mainan, serta susu kotak untuk anak-anak yang ada di sana.

    Selain itu, Gibran sempat meninjau salah satu tenda pengungsian dan duduk sejenak untuk berbincang menanyakan keadaan para pengungsi.

    Selain itu, Wapres Gibran juga menanyakan para pengungsi apakah anak-anak telah memperoleh makanan yang cukup.

    “Anaknya sudah makan?” tanya Gibran, dikutip dari keterangannya.

    “Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjutnya memastikan.

    Di momen ini, Gibran juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu yang berada di lokasi.

    Baca juga: Lansia dan Balita Korban Gempa NTT di Manggarai Dapat Pengungsian Khusus

    “Bu, ini peralatan bayi, ya,” ujar Gibran.

    “Makasih, Pak,” jawab ibu tersebut.

    Pastikan bantuan tersalurkan

    Dalam kunjungan kerja ini Wapres Gibran juga melakukan pertemuan perwakilan pemerintah pusat dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kabupaten Sikka.

    Di pertemuan itu, ia menegaskan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi perhatian utama dalam setiap langkah penanganan bencana.

    “Dalam penanganan darurat, keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan mendesak harus menjadi prioritas utama. Tidak boleh ada satu pun warga yang tidak tersentuh bantuan, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit diakses seperti permukiman pegunungan," tegas Gibran.

    Dia pun meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda agar jangan hanya menunggu laporan, tetapi harus turun langsung memastikan setiap arahan terlaksana.

    Setiap kendala yang ada juga harus segera ditindaklanjuti guna memastikan penanganan berjalan efektif hingga ke lapangan.

    Baca juga: Bentuk Tim Aksi, Warga NTT di Jabodetabek Tak Sekadar Galang Donasi Gempa

    “Setiap kendala harus segera diidentifikasi dan diselesaikan, dengan penanggung jawab dan target waktu yang jelas. Seluruh persoalan dan kendala yang ditemukan di lapangan akan saya laporkan kepada Bapak Presiden,” ucap Gibran.

    Di sisi lain, Gibran juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah bergerak turun ke lapangan membantu masyarakat sejak awal bencana gempa terjadi.

    “Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran yang sejak hari pertama kejadian telah turun ke lapangan membantu masyarakat,” kata dia.

    Cek infrastruktur rusak

    Tak hanya menyapa pengungsi dan memastikan bantuan tersalurkan, Gibran juga meninjau sejumlah fasilitas publik yang terdampak gempa di Kabupaten Sikka.

    Salah satu fasilitas yang ditinjau Gibran adalah Pelabuhan Laurentius Say.

    Baca juga: Bermalam di Istana Keuskupan Maumere, Wapres Gibran Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sikka

    Ia meminta agar kondisi dan kebutuhan sarana prasarana pelabuhan menjadi perhatian dalam proses pemulihan.

    Infrastruktur lainnya yang dikunjunginya adalah Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure.

    Gibran menginstruksikan agar perbaikan gereja segera dilakukan sehingga masyarakat dapat kembali beribadah dengan aman dan layak.

    Dari gereja, Gibran melanjutkan kunjungan ke RSUD TC Hillers Sikka, untuk mengecek sejumlah fasilitas rumah sakit, termasuk ruang ICU dan posko pelayanan yang berada di luar bangunan utama.

    Di lokasi ini, Gibran mengelilingi area gedung rumah sakit serta menyapa sejumlah pasien dan tenaga kesehatan yang dirawat di tenda yang ada di halaman RSUD itu.

    Di lokasi ini, Gibran mengelilingi area gedung rumah sakit serta menyapa sejumlah pasien dan tenaga kesehatan yang dirawat di tenda yang ada di halaman RSUD itu.

    Enggak proper. Ventilatornya rusak,” kata Gibran saat melihat kondisi ruang ICU.

    Gibran kemudian menginstruksikan agar pasien yang membutuhkan perawatan pasien ICU dapat segera dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar atau memiliki tingkat layanan yang lebih tinggi.

    Baca juga: Di NTT, Gibran: Tak Boleh Ada Warga yang Tidak Tersentuh Bantuan

    Selanjutnya, ia juga meminta agar fasilitas di posko-posko pelayanan ditingkatkan dan ditata lebih layak.

    “Kita upgrade sekalian,” kata Gibran memberi instruksi.

    Gendong bayi baru lahir

    Momen hangat juga terjadi saat Gibran meninjau rumah sakit lapangan yang ada di halaman RSUD.

    Dari video yang diterima Kompas.com, dalam ruangan tenda perawatan itu, Gibran sempat menggendong bayi perempuan yang baru lahir kemarin pagi.

    Kapan (lahir)? tanya Gibran ke ibu yang sedang berbaring di rumah sakit lapangan

    “Tadi pagi,” jawab ibu tersebut.

    “Anak ke?” tanya Gibran lagi.

    “Dua,” jawabnya.

    Di momen ini, Gibran pun diminta memberikan nama untuk bayi perempuan yang dibedong kain warna kuning.

    Gibran juga memuji bayi tersebut karena memiliki rambut tebal dan bisa tetap tenang meski berada di kondisi dalam tenda rumah sakit lapangan.

    “Takut nangis. Rambutnya tebal ini. Masih ada bayi lagi?” ucap Gibran.

    Baca juga: Momen Gibran Gendong Bayi Korban Gempa NTT yang Baru Lahir hingga Bantu Warga Urus BPJS

    Masih” jawab tenaga kesehatan setempat.

    “Kasih nama sendiri ya. Tahun lalu ada yang dikasih nama Gibran, yang gunung meletus,” ujar Gibran lagi.

    Setelah berbincang singkat tentang kondisi ibu dan bayi, Gibran kemudian mengembalikan bayi itu ke pangkuan ibunya.

    “Kayaknya laper ini. Laper ya? ASI-nya lancar?” ujar Gibran.

    Di dalam tenda rumah sakit yang sama, Gibran juga menanyakan kondisi sejumlah pasien lainnya secara bergantian.

    Bantu urus BPJS Kesehatan warga

    Saat sedang berbincang dengan salah satu pasien, Gibran mendapat informasi bahwa BPJS Kesehatan pasien itu bermasalah.

    Gibran kemudian menginstruksikan ajudannya untuk menyelesaikan masalah BPJS Kesehatan warga yang bermasalah tersebut.

    Baca juga: Gibran Minta Maaf ke Korban Gempa NTT jika Banyak Kekurangan di Lapangan

    “BPJS-nya kenapa? Bermasalah? Oke tidak apa-apa. Ada kartunya? Nanti biar ajudan saya yang urus. BPJS-nya bermasalah tidak apa-apa nanti biar kami yang urus,” ucap Gibran ke seorang pasien.

    Selama kunjungan ini, Gibran menanyakan kondisi tempat tinggal para pasien pascagempa.

    Eks Wali Kota Solo itu juga meminta Bupati Sikka untuk mencatat dan memperbaiki rumah warga yang rusak.

    Sebagai informasi, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilanda gempa bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

    Akibat bencana ini, 75 orang meninggal dunia dan 907 orang luka-luka berdasarkan data BNPB pada Kamis (20/8/2026). Banyak pula rumah warga dan fasilitas publik rusak.

    Minta maaf

    Usai meninjau infrastruktur, Wapres RI melanjutkan perjalanan untuk menemui para korban terdampak gempa lain yang ada posko pengungsian Stadion Gelora Samador, Maumere.

    Di momen ini, Gibran menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang kehilangan keluarga akibat gempa.

    Baca juga: Gibran Cek Infrastruktur Rusak Pasca-gempa NTT: Pelabuhan hingga Gereja

    Lebih lanjut, ia meminta maaf jika ada pelayanan yang masih kurang di lapangan.

    “Saya juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila sampai saat ini masih banyak kekurangan di lapangan. Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Karena itu, seluruh langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat,” kata Gibran.

    Gibran menegaskan jajaran pemerintah pusat dan daerah akan memastikan bantuan menyentuh seluruh masyarakat terdampak.

    Dia juga meminta kebutuhan dasar hingga layanan kesehatan dan kebutuhan mendesak setiap warga harus benar-benar sampai kepada masyarakat.

    “Ini adalah tanggung jawab negara. Saya juga meminta perhatian khusus diberikan kepada ibu hamil dan menyusui, lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak. Mereka harus didata, dipantau, dan mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhannya,” kata Gibran.

    Gibran mengatakan masyarakat NTT tidak sendirian dalam menghadapi bencana ini.

    Menurut dia, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan arahan agar pemerintah akan terus hadir serta melakukan penanganan darurat hingga pemulihan pascabencana secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

    “Pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin untuk menangani masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan pemulihan pascabencana. Masyarakat NTT tidak sendirian. Negara hadir dan akan terus bersama masyarakat,” kata Gibran.

    Gibran pun berpesan kepada para pengungsi agar tidak kembali ke rumah masing-masing untuk sementara waktu karena potensi gempa susulan masih tinggi.

    Ia berjanji dan memastikan rumah warga, sekolah, serta berbagai fasilitas umum yang terdampak akan segera diperbaiki.

    “Di sini dulu sampai semuanya pulih. Kita hari ini kunjungi sekolah, gereja, tadi rumah sakit. Nanti kita perbaiki semuanya,” ujar Gibran

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS