Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Hari Kucing Sedunia Sejarah Spesial

    Hari Kucing Sedunia 2026 Diperingati 8 Agustus, Ini Sejarah dan Manfaat Memelihara Kucing - AFu

    2 min read



    ilustrasi (dok: shutterstock)

    Penulis: Radiatul Husna

    JAKARTA, AFU.ID Sabtu, 8 Agustus 2026, diperingati sebagai Hari Kucing Sedunia atau International Cat Day. Peringatan tahunan ini tidak hanya menjadi momentum bagi pencinta kucing untuk merayakan hewan peliharaannya, tetapi juga mengingatkan pentingnya perlindungan dan kesejahteraan kucing. International Cat Care saat ini menjadi organisasi yang mengoordinasikan peringatan tersebut secara global.

    Hari Kucing Sedunia pertama kali diperkenalkan pada 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW). Salah satu tujuannya adalah meningkatkan perhatian terhadap kondisi kucing, termasuk kucing terlantar, serta mendorong masyarakat memahami cara merawat dan melindungi hewan tersebut. Momentum ini juga kerap digunakan untuk mendorong adopsi, dukungan terhadap penampungan hewan, dan kepemilikan hewan secara bertanggung jawab.

    Bagi pemilik kucing, peringatan ini juga bisa menjadi kesempatan sederhana untuk mengevaluasi apakah kebutuhan hewan peliharaan sudah terpenuhi. Mulai dari memastikan makanan dan air yang cukup, kebersihan, pemeriksaan kesehatan, hingga memberikan ruang bagi kucing untuk bermain dan berperilaku secara alami. International Cat Care menilai aktivitas bermain penting karena memberikan kesempatan bagi kucing menyalurkan perilaku berburu, berolahraga, sekaligus memperkuat hubungan dengan pemiliknya.

    Penelitian terhadap 1.591 pemilik kucing dari 55 negara juga menemukan hubungan antara aktivitas bermain dengan kualitas hidup kucing serta kualitas hubungan antara kucing dan pemiliknya. Semakin banyak variasi permainan yang dilakukan, semakin tinggi pula skor kualitas hidup kucing dan hubungan dengan manusia yang dilaporkan dalam penelitian tersebut. Namun, temuan itu menunjukkan hubungan atau asosiasi dan tidak serta-merta membuktikan bahwa bermain menjadi satu-satunya penyebab peningkatan kesejahteraan.

    Kehadiran kucing juga dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari manusia, terutama sebagai teman dan sumber interaksi sosial. Literatur mengenai perawatan preventif kucing mencatat hubungan manusia dan kucing dapat berkaitan dengan peningkatan kualitas hidup pemilik, termasuk melalui rasa kebersamaan dan berkurangnya kesepian. Meski demikian, efek psikologis dan fisiologis dari interaksi dengan kucing dapat berbeda pada setiap orang dan masih terus diteliti.

    Hari Kucing Sedunia karena itu bukan hanya soal memberikan makanan tambahan atau mengunggah foto kucing di media sosial. Masyarakat dapat memanfaatkannya dengan memeriksa kesehatan kucing, mengajak bermain, membantu penampungan, mempertimbangkan adopsi secara bertanggung jawab, atau memberikan perhatian kepada kucing terlantar di lingkungan sekitar. Perlindungan tersebut tetap perlu mempertimbangkan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan hewan dalam jangka panjang.

    Bagi mereka yang belum memiliki kucing, peringatan ini juga tidak berarti harus langsung mengadopsi. Memelihara hewan membutuhkan komitmen terhadap makanan, kesehatan, kebersihan, waktu, dan biaya selama hidupnya. Hari Kucing Sedunia justru menjadi pengingat bahwa rasa sayang kepada kucing perlu diikuti dengan tanggung jawab terhadap kesejahteraannya. (RHU)

    Komentar
    Additional JS