Jembatan di Pangandaran "Ambruk" Saat Diresmikan, TNI AD Beri Penjelasan - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - TNI Angkatan Darat (AD) mengklarifikasi video viral soal Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, yang disebut ambruk saat peresmian pada Minggu (30/8/2026).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menegaskan, jembatan tersebut tidak runtuh atau ambruk secara keseluruhan.
“Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ‘ambruknya’ jembatan. Untuk meluruskan informasi tersebut, kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan,” kata Donny dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Baca juga: Bupati Pangandaran Alami Memar Usai Insiden Jembatan Gantung Anjlok
“Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama,” imbuh dia.
Jembatan Penghubung di Flores Rusak Berat karena Gempa
Ia menjelaskan, kondisi itu terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan.
Jumlah tersebut melampaui kapasitas yang telah ditentukan sehingga tali sling di sisi kiri terlepas dari pengikatnya.
Donny memastikan, sebelum jembatan diresmikan, Kodim 0625/Pangandaran telah menyosialisasikan kapasitas dan ketentuan penggunaannya kepada masyarakat.
Papan pemberitahuan mengenai kapasitas jembatan juga telah dipasang di sisi jembatan.
Baca juga: Baru Diresmikan Bupati, Jembatan Gantung di Pangandaran Langsung Mengalami Kerusakan
“Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat bergerak menuju lokasi acara setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran,” kata Donny.
Setelah kejadian, Kodim 0625/Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pangandaran langsung melakukan penanganan.
Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan masih dalam proses perbaikan serta evaluasi teknis.
Baca juga: Sekolah Swasta di Tangsel Kembali Digeruduk pada Senin Pagi, Massa Saling Dorong, Pagar Roboh Lagi
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan jembatan aman dan layak digunakan kembali.
“Evaluasi meliputi pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta kapasitas maksimal jembatan,” kata Donny.
Hasil pemeriksaan akan menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen konstruksi dalam kondisi aman dan memperbaiki pengaturan penggunaan jembatan.
Baca juga: GOR Bekasi Kini Dilengkapi Bollard Hidrolik, Akses Kendaraan Dibatasi
Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran untuk membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya.
TNI AD memastikan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi dan penyebab kejadian sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
Baca juga: TNI-Polri Bangun Jembatan, Prabowo: Tidak Boleh Ada Anak Bertarung Nyawa untuk Sekolah
Di media sosial, beredar narasi yang menyebut Jembatan Gantung Pongpet ambruk usai diresmikan oleh Bupati Pangandaran Citra Pitriyami.
Dalam video unggahan akun @infojawabat, mulanya sejumlah orang melintas jembatan tersebut.
Namun tiba-tiba jembatan itu berubah posisi membuat sejumlah warga yang berada di ujung jembatan berteriak histeris.
Sementara sejumlah warga yang berada di tengah jembatan langsung berpegangan satu sama lain dengan posisi jongkok dan duduk.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Usai Viral Hantam Motor Ojek Pakai Batu, Sopir Alphard Minta Maaf