Jepang Kerahkan Kapal Kunisaki dan Tiga Helikopter Bantu Padamkan Karhutla Indonesia - Republika
Misi ini menjadi operasi pemadaman kebakaran luar negeri pertama Pasukan Bela Diri.

mod.gov.jp Kunisaki
REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kapal pengangkut Pasukan Bela Diri Jepang meninggalkan pelabuhan di Prefektur Hiroshima, Jepang bagian barat, Ahad (30/8/2026), untuk menjalankan misi membantu Indonesia memadamkan kebakaran hutan dan lahan.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, setelah bertolak dari pangkalan Kure, kapal Kunisaki yang membawa tiga helikopter CH-47 akan melakukan perjalanan ke Indonesia dalam waktu satu atau dua minggu, demikian laporan Kyodo.
Itu merupakan misi pemadaman kebakaran luar negeri pertama yang dilakukan oleh personel Pasukan Bela Diri (SDF).
Sekitar 350 personel akan ambil bagian dalam operasi ini, yang didasarkan pada perjanjian kerja sama yang ditandatangani pada Mei lalu oleh kementerian pertahanan kedua negara. Kebakaran hutan dan lahan saat ini tengah melanda wilayah Kalimantan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi. Enam provinsi itu adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Halaman 2 / 2
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penambahan titik panas (hotspot) masih terjadi sejumlah provinsi tersebut pada periode Sabtu (29/8/2026) pukul 00.00-23.59 WIB. Ia mencontohkan, di Kalimantan Barat, jumlah hotspot masih bertambah 553 titik menjadi 3.824 titik. Namun, titik api (firespot) turun menjadi 16 titik.
"Kita berharap di lain waktu juga seperti ini bisa terjadi dan jadi provinsi-provinsi yang lain," kata dia saat konferensi pers secara daring, Ahad (30/8/2026).
Sementara itu, jumlah hotspot di Kalimantan Tengah juga mengalami penambahan menjadi 5.391 titik. Namun, titik api di wilayah itu berkurang menjadi 65 titik. Sedangkan di Kalimantan Selatan, jumlah hotspot turun 279 titik menjadi 1.077 titik. Jumlah titik api juga turun menjadi hanya tinggal 52 titik.
Dari data BNPB, jumlah luasan lahan yang terindikasi terbakar di tiga provinsi itu mencapai 53.964 hektare. Adapun jarak pandang maksimal 1,5 kilometer, yaitu 1 kilometer di Kalimantan Barat dan 1,5 kilometer di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
sumber : Antara
Berita Terkait
Strategi Catur Melawan Karhutla
Khazanah Indonesia - 6 jam yang lalu
Terdampak Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Dibatalkan
Inpicture - 9 jam yang lalu
BNPB: Jarak Pandang di Kalimantan Hanya 1 Hingga 1,5 Km
Nasional News - 11 jam yang lalu
Akui Gunakan Air Kolam Warga untuk Atasi Karhutla, BNPB Mengaku Sudah Komunikasi
Nasional News - 12 jam yang lalu
Ramai Figur Publik Adopsi Orang Utan, Bukan Dipelihara Tapi Begini Cara Kerjanya
Happening - 17 jam yang lalu