Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Jembatan Pongpet Lintas Peristiwa Pangandaran Spesial

    Kades Rasakan Kejanggalan Sebelum Jembatan Pongpet Anjlok, Sempat Ingatkan Bupati - Kompas

    8 min read

     


    PANGANDARAN, KOMPAS.com - Kepala Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Enceng Anwar Solihin, mengaku merasakan kondisi tidak biasa beberapa saat sebelum Jembatan Gantung Pongpet anjlok saat peresmian, Minggu (30/8/2026) sore.

    Enceng saat itu berada di atas jembatan bersama rombongan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    Posisinya berada tepat di belakang Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, Dandim 0625/Pangandaran, Kepala Dinas PUPR, dan sejumlah pejabat lainnya.

    Baca juga: Nyaris Jadi Korban Jembatan Ambruk, Bupati Pangandaran: Alhamdulillah Saya Masih Diberi Keselamatan

    Menurut Enceng, jembatan sudah menunjukkan gerakan yang berbeda dibandingkan kondisi biasanya sebelum bagian sling akhirnya terlepas.

    Keluarga Pangku Jenazah Anak, Dibawa Pakai Motor karena Jalan Rusak

    "Saya juga sudah merasakan hal yang beda. Jembatan sudah goyang, tidak seperti biasanya. Sudah goyang-goyang ke samping," ujar Enceng kepada sejumlah wartawan di halaman Mako Kodim 0625/Pangandaran, Senin (31/8/2026) siang.

    Sempat Ingatkan Bupati

    Getaran yang dirasakan tersebut membuat Enceng sempat berbicara kepada Bupati Citra yang berada di depannya.

    Baca juga: Api Berkobar di Lapangan Kayu Bekasi, Warga Kaget Temukan Jasad Pria

    Ia menanyakan apakah Bupati merasa khawatir dengan kondisi jembatan.

    Namun, hanya beberapa saat setelah percakapan tersebut, bagian sling tiba-tiba putus.

    "Terus saya bilang gini sama Ibu Bupati, 'Bu, Ibu heunteu paur? Tenang, henteu, Pak Kuwu, da rata.' Pas Ibu Bupati selesai bicara itu 'jeplak' (sling putus)," katanya.

    Baca juga: Penyebab Jembatan di Jakbar Mangkrak 2 Tahun, Sudin SDA: Alat Berat Rusak dan Komponen Dicuri

    Setelah itu, suasana peresmian berubah menjadi kepanikan.

    Jembatan yang saat itu dipenuhi rombongan pejabat dan warga mendadak anjlok.

    Orang-orang yang berada di atas jembatan berusaha mempertahankan keseimbangan agar tidak terjatuh.

    Baca juga: Kisah Nelayan Lansia di Reok Selamat dari Tsunami dengan Memanjat Pohon

    Berada di Atas Jurang

    Enceng mengatakan kondisi tersebut membuatnya sangat panik.

    Jembatan berada di atas jurang dengan kedalaman sekitar 30 meter.

    Di bagian bawahnya terdapat aliran sungai serta bebatuan berukuran besar.

    Baca juga: Balita 2 Tahun Terlempar dari Bus di Pangandaran, Diduga Pintu Tak Terkunci Rapat

    "Mata saya merem melek, merem melek gitu kan saking gilanya. Alhamdulillah, walaupun semalaman saya nyeri cangkeng, nyeri punggung," ucap Enceng.

    Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

    Namun, sejumlah orang dilaporkan mengalami luka ringan dan keluhan fisik setelah insiden.

    Baca juga: Pengakuan Keluarga Aktivis Pati Usai Rumah Diduga Ditembak: Temukan 4 Gotri, Diteror via WhatsApp

    Dugaan Kelebihan Beban

    Enceng menduga jembatan mengalami kelebihan beban ketika peresmian berlangsung.

    Namun, ia menegaskan tidak memiliki kompetensi teknis untuk memastikan penyebab pasti kerusakan tersebut.

    "Ya, itu yang saya tahu itu mah overloading saja. Saya bukan orang teknis," ujarnya.

    Baca juga: Kisah Warga Nepal Selamat dari Banjir Bandang Usai Tersangkut di Pohon Mangga

    Dugaan beban berlebih muncul karena jumlah orang yang berada di atas jembatan saat peresmian cukup banyak.

    Antusiasme warga dan tamu undangan membuat banyak orang melintas secara bersamaan.

    Rambu Maksimal Tiga Orang

    Enceng juga menyoroti keberadaan rambu peringatan yang telah terpasang sebelum kejadian.

    Baca juga: Praktik Pungli di Cianjur Viral, Lewat Jalan yang Baru Dicor Dimintai Rp 50.000

    Menurut dia, terdapat ketentuan bahwa jembatan hanya boleh dilintasi maksimal tiga orang dalam satu waktu.

    Namun, aturan tersebut tidak sepenuhnya dipatuhi ketika acara peresmian berlangsung.

    "Tapi kan ketika melihat orang yang begitu banyaknya, ya kan terkadang orang itu mengabaikan apa yang sudah menjadi ketentuan," kata Enceng.

    Baca juga: Siswa Naik Rakit ke Sekolah Viral, Bupati Bandung Barat Hubungi KDM soal Pembangunan Jembatan

    Kondisi itu dinilai menjadi salah satu faktor yang perlu dievaluasi setelah insiden.

    "Ya, jadi itu mungkin sudah nasib," ujarnya.

    Jembatan Anjlok Saat Peresmian

    Jembatan Gantung Pongpet mengalami kerusakan beberapa saat setelah diresmikan pada Minggu sore.

    Saat kejadian, rombongan Bupati Pangandaran bersama sejumlah pejabat dan warga sedang berada di atas jembatan.

    Baca juga: Kondisi Terkini Bupati Pangandaran Citra Usai Jembatan Rusak, Sempat Diinfus karena Lemas

    Bagian sling penahan jembatan dilaporkan terlepas sehingga badan jembatan turun dan miring.

    Insiden tersebut membuat akses Jembatan Pongpet kemudian ditutup sementara untuk mencegah risiko kecelakaan lanjutan.

    Pemeriksaan terhadap kondisi konstruksi juga dilakukan untuk memastikan penyebab kerusakan serta langkah perbaikan sebelum jembatan kembali digunakan masyarakat.

    Baca juga: Truk Sound Horeg Melintas, Kanopi Apotek Roboh Timpa Warga hingga Tewas di Jember

    Kesaksian Enceng menjadi salah satu gambaran mengenai situasi beberapa detik sebelum insiden, ketika ia mulai merasakan jembatan bergoyang hingga akhirnya sling terlepas.

    Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul "Firasat Kepala Desa Sebelum Jembatan Gantung Pongpet di Pangandaran Anjlok, Sempat Ingatkan Bupati"

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Komentar
    Additional JS