Kapolda NTT Pimpin Penyaluran Bantuan Polri untuk Korban Gempa di Pulau Palue - Komp6
KUPANG, KOMPAS.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengirimkan 10 ton bantuan bahan makanan bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diangkut menggunakan kapal milik Korpolairud Baharkam Polri, KP Kastari 6002, yang tiba dan bersandar di Dermaga Pulau Palue pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.
Sebelumnya, kapal berangkat dari Pelabuhan Wuiring, Kabupaten Sikka, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kapal dilepas langsung oleh Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko.
Pada Jumat, Rudi Darmoko turun langsung menggunakan helikopter untuk memimpin penyaluran bantuan ke sejumlah wilayah di Pulau Palue yang terdampak gempa dan sempat mengalami keterbatasan akses.
Detik-detik Penyintas Gempa Peluk Gubernur NTT, Minta Bantuan Dipercepat
"Polri memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama," kata Rudi dalam keterangannya, Jumat.
Baca juga: 4.350 Gempa Susulan Guncang Flores, BMKG Sebut Aktivitas Mulai Menurun
Menurut Rudi, jajaran Polda NTT hingga tingkat polres, polsek, bhabinkamtibmas, dan kepala desa terus melakukan penyisiran untuk memastikan bantuan menjangkau warga yang belum tersentuh atau masih minim bantuan.
"Insya Allah satu per satu personel kami sudah datangi dan langsung dikirimkan bantuan berupa sembako, obat-obatan, air bersih, dan sebagainya," ujarnya.
Selain mendistribusikan bantuan pangan dan kebutuhan dasar, personel Kepolisian juga memantau kondisi kesehatan warga yang masih bertahan di lokasi pengungsian maupun tenda-tenda di depan rumah mereka.
Jika ditemukan warga yang sakit, Polisi akan membawa mereka ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Rudi mengatakan, sejumlah daerah yang sebelumnya dilaporkan belum terjamah atau minim bantuan kini telah berhasil dijangkau oleh personel kepolisian.
"Beberapa daerah yang sebelumnya dilaporkan belum terjamah atau minim bantuan, sekarang sudah masuk semua," katanya.
Baca juga: Saat Penyintas Gempa Peluk Gubernur NTT, Pak Bantu Kami
Warga Benteng-Redo Butuh Makanan dan Tenda
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Benteng-Redo, Desa Urang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai.
Di wilayah tersebut terdapat sekitar 900 jiwa atau 160 kepala keluarga (KK) yang terdampak gempa.
Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak parah dan rata dengan tanah.
Sejumlah rumah juga sudah tidak layak dihuni sehingga warga terpaksa bertahan di tempat pengungsian maupun tenda darurat.
"Kebutuhan yang paling dibutuhkan sekarang makanan, obat-obatan, selimut, tenda, dan masih banyak lagi," ujar Rudi.
Baca juga: Pemprov Jatim Targetkan Bantuan Logistik 100 Ton untuk Korban Gempa NTT
Polri juga mencatat masih terdapat sejumlah wilayah yang membutuhkan perhatian karena akses bantuan belum optimal.
Wilayah tersebut antara lain Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada; sejumlah desa di Kecamatan Aesesa Selatan, Kabupaten Nagekeo; serta Desa Golo Mangung, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Adapun kebutuhan mendesak di wilayah tersebut meliputi sembako, makanan cepat saji, terpal atau flysheet, selimut, popok bayi, dan makanan bayi.
Polri Tembus Akses Sulit
Untuk memastikan bantuan dapat menjangkau wilayah terdampak, Polri mengerahkan personel dan peralatan pendukung untuk membuka serta menembus akses yang sulit dilalui.
Upaya tersebut dilakukan agar distribusi bantuan kemanusiaan dapat berlangsung lebih cepat dan merata, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah terisolasi akibat kerusakan infrastruktur pasca-gempa.
Rudi lalu mengimbau warga yang belum mendapatkan bantuan logistik atau membutuhkan pelayanan lainnya agar segera melapor kepada Polisi setempat.
Masyarakat juga dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110, sehingga petugas dapat segera merespons kebutuhan di lapangan.
"Jika ada warga yang belum terjamah logistik dan membutuhkan bantuan lainnya, kami harap segera memberitahukan kepada polisi setempat atau telepon 110 agar kami bisa merespons," pungkas Rudi.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT