Kemensos Sebut Penyintas Gempa NTT Alami Takut dan Cemas: Itu Wajar - Kompas
JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial menyebut, sebagian besar penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak mengalami trauma pascagempa.
Koordinator Tim LDP Kemensos Igu Gunawan mengatakan, berdasarkan asesmen terhadap penyintas di GOR Samador, Kabupaten Sikka, sebagian besar warga mengalami ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan setelah gempa.
"Takut, khawatir, cemas, hal-hal yang sifatnya biasa dalam situasi yang tidak biasa. Jadi, apa yang ditakutkan oleh masyarakat itu hal yang wajar dalam situasi yang tidak wajar. Hal yang normal dalam kondisi yang tidak normal. Jadi, bukan trauma," kata Igu, dalam Konferensi pers bersama BNPB, Selasa (25/8/2026).
Baca juga: Update Gempa NTT: 103 Orang Meninggal Dunia dan 1.666 Luka-luka
Igu menegaskan, relawan LDP tidak menangani penyintas yang mengalami gangguan psikologis berat.
Suasana Pengungsian dan Kesaksian Warga Detik-detik Gempa NTT
Penanganan tersebut harus dilakukan oleh tenaga profesional, seperti psikolog, psikiater, atau perawat jiwa.
"Kalau ada temuan-temuan warga yang kasusnya berat, maka tim LDP melakukan rujukan ke orang-orang ahli ini. Jadi, tidak ditangani oleh relawan karena ini harus ditangani oleh orang-orang yang memang berkompeten di bidangnya," ujar dia.
Igu mengingatkan agar penyintas bencana tidak sembarangan diberi label mengalami trauma.
"Warga itu tangguh, kuat. Jadi termasuk kuat mental, kuat kesehatan mentalnya itu kuat. Salah satunya adalah mereka tidak terpapar traumatis," ungkap dia.
Baca juga: Ratusan Warga Terdampak Gempa NTT Keluhkan ISPA hingga Gastritis
"Sehingga, Bapak Ibu sekalian, teman-teman sekalian, alangkah baiknya ketika melakukan kegiatan di pos pengungsian itu dengan istilah layanan dukungan psikososial, bukan trauma healing," lanjut dia.
Dalam memberikan layanan, Tim LDP memprioritaskan kelompok rentan yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terdampak secara psikologis.
Kelompok tersebut meliputi lanjut usia (lansia), ibu hamil, ibu menyusui, perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Batas akses KARIN
Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Khusus Member
Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member
Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.
Warga NTT Masih Syok Usai Gempa Magnitudo 7,7, BNPB: Teringat Tsunami 1992