Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Karanganyar Kasus Kesehatan Makan Bergizi Gratis Spesial SPPG

    Kepala SPPG di Karanganyar Muntah Usai Cicipi MBG, 3.000 Porsi Ditarik - KoranDiva

    2 min read

     


    Andika Setya Chrisanto 15 Agustus, 2026 08:03

    Korandiva-KARANGANYAR.— Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai persoalan. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Insan Berlian Sejahtera, Abra Yudha Raya, mengalami mual dan muntah tiga kali setelah mencicipi menu ayam rempah yang hendak dibagikan kepada siswa, Rabu (12/8/2026).
    Peristiwa itu terjadi di SPPG Dusun Pundungrejo, Desa Jati, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Abra mencicipi makanan bersama tim penguji sebelum distribusi. Dari pengecekan rasa, ia menilai olahan ayam tersebut dalam kondisi tidak normal.
    Tak ingin mengambil risiko, Abra langsung memerintahkan penghentian distribusi dan penarikan makanan.

    “Saya terdampak. Tadi itu sampai tiga kali. Enggak diare, cuma muntah saja, sehingga kami tarik semua,” kata Abra.
    Ia bahkan turun langsung ke dapur untuk memastikan kondisi makanan yang dicurigai bermasalah. Setelah mencicipi kembali, keputusan penarikan seluruh menu MBG akhirnya diambil.
    “Kami tarik hari ini karena olahan daging ayam untuk MBG kurang layak konsumsi,” ujarnya.
    Padahal, sekitar 3.000 porsi MBG telah disiapkan hari itu. Sekitar 1.000 porsi sudah dalam proses distribusi, sementara 2.000 porsi lainnya masih berada di SPPG.
    Makanan yang belum terdistribusi langsung diamankan. Sebanyak 94 siswa SDN 2 Jati akhirnya batal menerima MBG. Makanan sempat tiba di sekolah sekitar pukul 08.00 WIB, tetapi belum sempat dibagikan ketika SPPG meminta seluruh hidangan dikembalikan.
    Guru SDN 2 Jati, Roni, membenarkan penarikan tersebut. “Kendaraan yang membawa MBG sudah datang, namun belum sampai diturunkan. MBG itu ditarik kembali,” katanya.

    Kasus ini mendapat perhatian Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Satgas Percepatan Program MBG Jateng, Taj Yasin. Ia menilai langkah kepala SPPG mencicipi makanan sebelum didistribusikan merupakan bentuk tanggung jawab yang patut diapresiasi.
    “Artinya pertanggungjawaban itu dilaksanakan, diperlihatkan, bahwa keterjaminan kelayakan makanan itu baik,” ujar Yasin, Jumat (14/8/2026).
    Namun, Yasin menegaskan persoalan makanan yang tidak layak konsumsi tidak boleh dianggap sepele. Setiap kasus, terutama yang sampai menimbulkan gangguan kesehatan, akan dilaporkan kepada Badan Gizi Nasional (BGN).
    “Khususnya terkait menu-menu yang tidak layak untuk dikonsumsi, apalagi menyebabkan keracunan, ya akan kita tindak bersama-sama,” katanya.

    Kasus di Karanganyar kembali menyoroti celah pengawasan dalam pelaksanaan MBG. Jika kepala SPPG yang melakukan pengecekan awal saja sampai mengalami mual dan muntah, maka kualitas dan keamanan makanan sebelum sampai ke tangan siswa menjadi pertanyaan serius.
    Pemerintah memastikan program MBG tetap berjalan, tetapi Presiden Prabowo Subianto juga meminta adanya perbaikan. Tantangannya kini bukan sekadar memastikan makanan sampai ke sekolah, melainkan memastikan setiap porsi benar-benar aman, layak dan tidak membahayakan penerimanya. (*)

    Komentar
    Opsi Lain

    Memuat 5 berita pertama...

    Additional JS