Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Ahli Gizi Berita Featured Karanganyar Kasus Keracunan Kesehatan Spesial SPPG

    Kepala SPPG Karanganyar Diduga Keracunan MBG, Sekda Jateng Soroti Peran Ahli Gizi - Republika

    8 min read

     

    Sekda Jateng menilai ahli gizi di SPPG semestinya melakukan asesmen lebih awal.

    Rep: Kamran Dikarma

    Ilustrasi menu MBG. Pelajar menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Pejaten Barat 01, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

    Republika/Thoudy Badai Ilustrasi menu MBG. Pelajar menyantap hidangan makan bergizi gratis (MBG) di SD Negeri Pejaten Barat 01, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

    REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Sumarno mengingatkan tentang peran ahli gizi di satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bertugas memastikan kelayakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataannya berkaitan dengan dugaan keracunan yang dialami kepala SPPG Jati di Kabupaten Karanganyar.

    “Sebetulnya kan di sana ada ahli gizi. Mereka yang harusnya mengasesmen lebih awal. Tidak harus kepala SPPG-nya,” kata Sumarno ketika diwawancara di Kantor DPRD Jateng dan dimintai tanggapan perihal kasus dugaan keracunan yang dialami ketua SPPG Jati Karanganyar, Jumat (14/8/2026).

    Menurut Sumarno, isu yang muncul dalam pelaksanaan MBG salah satunya adalah besarnya kuantitas porsi makanan yang harus diolah dan disajikan oleh satu dapur. Dia berpendapat, menyiapkan sekitar 3.000 porsi makanan tentu membutuhkan pengaturan waktu dan sumber daya manusia yang memadai.

    Sumarno mengungkapkan, dalam sejumlah kasus dugaan keracunan MBG, jarak antara waktu memasak hingga penyaluran dan penyajian terlalu panjang. “Durasinya mungkin agak terlalu lama. Sehingga kemarin kan sebenarnya juga identifikasinya ada beberapa ya karena agak lama itu akhirnya muncul bakteri,” ujarnya.

    Dia menambahkan, Pemprov Jateng sebenarnya memiliki konsep pelaksanaan MBG saat program tersebut diluncurkan. Konsep tersebut dapat melonggarkan beban pengolahan dan penyajian makanan yang terlalu besar pada satu dapur. Caranya yakni dengan memberdayakan kantin sekolah.

    “Kenapa dulu kita di Jawa Tengah mengajukan konsep MBG itu memberdayakan kantin sekolah? Karena kita di Jawa Tengah ini sudah ada program dinas pendidikan untuk kantin sehat. Kita juga sudah kerja sama dengan BPOM,” ucap Sumarno.

    Kendati demikian, Sumarno menilai Badan Gizi Nasional (BGN) di bawah kepemimpinan Sudaryono akan melakukan perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan MBG.

    Berita Terkait

    Ketua SPPG Diduga Keracunan Setelah Cicip MBG, Taj Yasin: Bentuk Tanggung Jawab

    Jateng - 15 August 2026, 01:49

    Mendikdasmen: Anggaran MBG Mulai Dipisahkan dari Anggaran Pendidikan pada 2028

    Nasional News - 14 August 2026, 20:08

    Diberitakan Keracunan Usai Cicipi MBG, Kepala SPPG Karanganyar: Mungkin Tubuh Saya Kurang Fit

    Jateng - 14 August 2026, 19:41

    SLHS Jadi Syarat Mutlak, 9 Dapur MBG di DIY yang Belum Kantongi Sertifikat Dilaporkan

    Kabar Jogja - 14 August 2026, 19:18

    Menjaga Seporsi MBG Tetap Aman untuk Dikonsumsi

    Inpicture - 14 August 2026, 19:12

    Komentar
    Additional JS