Keracunan MBG di Berastagi, Siswa Trauma Tak Mau Makan Lagi - Beritasatu

Jakarta, Beritasatu.com - Siswa SMAN 1 Berastagi yang mengalami keracunan makanan program makan bergizi gratis (MBG) meluapkan curahan hatinya kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat kepala BGN mengunjungi para siswa yang menjadi korban keracunan makanan. Siswa mengaku trauma untuk mengonsumsi MBG.
Sudaryono datang mengunjungi Rumah Sakit Efarina Etaham yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara untuk meninjau kondisi para siswa yang dirawat di rumah sakit. Bahkan, salah satu siswa yang terbaring lemas mengaku trauma untuk mengonsumsi MBG di sekolah.
"Enggak mau lagi aku MBG, pak," ucap salah satu siswa kepada Kepala BGN Sudaryono dikutip dari akun Instagram @berita061, Senin (17/8/2026).
Siswa tersebut mengaku trauma untuk mengonsumsi MBG yang berdampak buruk pada kesehatan tubuhnya.
"Saya enggak mau lagi pak, saya takut keracunan lagi pak," jelasnya.
Bahkan, orang tua dari siswa tersebut mengatakan, makanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit yang ditaruh di atas nampan membuat siswa tersebut enggan mengonsumsinya.
"Kemarin waktu dari rumah sakit memberikan makanan menggunakan ompreng (nampan), anak aku menolak. Dia bilang beracun itu makanannya, mak," ungkapnya.
Sudaryono memaklumi trauma mendalam yang dialami oleh siswa tersebut akibat dugaan keracunan makanan tersebut.
"Kalau bicara trauma itu sudah pasti, jangankan anaknya, orang tuanya saja pasti trauma. Untuk saat ini, fokus saya paling utama adalah semua anak harus sehat, mereka harus sembuh total dan mereka harus kembali sehat," tuturnya.
Ia juga memastikan bahwa satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) telah ditutup, termasuk kepala SPPG dalam proses pemecatan.
"Ini sudah masuk klasifikasi berat, karena ada kelalaian. Dapurnya sudah saya tutup, kepala SPPG sudah dicopot dan terancam pemecatan," tutupnya.