Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Sikka Spesial

    Kisah Warga Sikka Patah Kaki Saat Selamatkan Diri dari Gempa NTT, Merangkak Keluar Rumah - Kompas

    4 min read

     


    SIKKA, KOMPAS.com – Seorang warga Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami patah tulang saat berusaha menyelamatkan diri dari gempa yang mengguncang wilayah tersebut.

    Ia adalah Maria Goreti Yunita (66), yang kini masih menjalani perawatan di bawah tenda darurat RSUD TC Hillers Maumere.

    Maria pun menceritakan detik-detik dirinya mengalami patah tulang kaki.

    Saat gempa mengguncang Maumere, Maria sedang berada di rumah orangtuanya di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka.

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Ia menginap di rumah tersebut untuk menemani ayahnya, Dominikus Lejo (92), yang tinggal seorang diri setelah istrinya meninggal dunia.

    Baca juga: Sebelum Meninggal Usai Gempa NTT, Frater Leonardus Sempat Pulang ke Rumah Keluarga

    Patah kaki saat berusaha keluar rumah

    Dilansir dari TribunFlores, Maria mengaku awalnya sempat belum sepenuhnya menyadari saat terjadi gempa. Namun, sekitar lima menit kemudian, guncangan terasa semakin kuat.

    Setelah itu, ia yang tidur seorang diri di kamar langsung berusaha menyelamatkan diri dengan membuka pintu.

    Ia berhasil membuka pintu kamar dan berusaha menuju pintu utama rumah. Namun, saat hendak meraih gagang pintu, guncangan semakin kuat.

    Kaki kanannya menghantam daun pintu hingga membuatnya terpeleset dan jatuh.

    Saat itulah Maria menyadari kaki kanannya mengalami patah tulang.

    Meski kesakitan dan tidak mampu berdiri, ia tetap berusaha merangkak menuju pintu untuk keluar dari rumah.

    Baca juga: Update Gempa NTT: Korban Jiwa Bertambah Jadi 71 Orang

    Maria kemudian menunggu pertolongan hingga suami dan anak-anaknya datang mengevakuasinya.

    "Setelah itu baru adik saya yang bungsu panggil suami, beritakan bahwa saya dalam keadaan patah kaki. Mereka datang dan langsung evakuasi," ujarnya.

    Beruntung, ayahnya yang berada di kamar lain selamat dari gempa tersebut.

    Kini Dirawat di rumah sakit

    Setelah dievakuasi, Maria kemudian menjalani perawatan di RSUD TC Hillers Maumere sejak Minggu (16/8/2026).

    Hingga Rabu (19/8/2026) siang, Maria masih terbaring di bawah tenda darurat rumah sakit dengan kaki kanan dibidai.

    Baca juga: Gempa Susulan M 7,7 Flores Tembus 3.002 Kejadian, BMKG: Aktivitas Mulai Menurun

    Meski masih merasakan sakit akibat patah tulang yang dialaminya, Maria mengaku bersyukur mendapatkan pelayanan yang baik dari para tenaga kesehatan.

    "Pelayanan di sini (RSUD TC Hillers Maumere) baik sekali. Para medis pelayanan makan minum, minum makanan baik sekali," tukasnya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Media Asing Soroti Indonesia, Rayakan HUT RI di Tengah Duka Gempa NTT

    Komentar
    Additional JS