Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Ende Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa Listrik NTT Spesial

    Listrik di Ende NTT Pulih 100 Persen Pascamustika Gempa M 7,7 Flores, PLN Imbau Warga Tetap Waspada - Kompas

    4 min read

     


    ENDE, KOMPAS.com – Pasokan listrik di seluruh wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipastikan telah kembali pulih 100 persen setelah sempat terganggu akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada Sabtu (15/8/2026) pagi.

    Gempa dangkal dengan kedalaman 10 kilometer tersebut berpusat di koordinat 8,33 Lintang Selatan (LS) dan 121,32 Bujur Timur (BT), atau berjarak sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan kuat gempa Flores tersebut dirasakan hingga ke Kabupaten Ende dan memicu gangguan jaringan kelistrikan di sejumlah titik.

    Manajer Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT PLN (Persero) Ende, Immer R. Pakpahan, mengonfirmasi bahwa seluruh wilayah yang sempat terdampak pemadaman kini sudah kembali teraliri arus listrik secara menyeluruh.

    “Sudah 100 persen, per pukul 01.30 tadi pagi,” ujar Immer saat dihubungi, Selasa (18/8/2026).

    NTT Diguncang 1.979 Gempa Susulan, BMKG: Masih Fluktuatif

    Baca juga: Pulang Cari Beras di Pasar Usai Gempa, Warga Desa Selalejo Terjebak Longsor di Jalan Desa Ua

    Kerusakan Terparah di Wolojita dan Pemicu Gangguan

    Immer menjelaskan, kerusakan pada jaringan listrik di Kabupaten Ende tidak hanya dipicu oleh insiden pohon tumbang, tetapi juga faktor kondisi tanah yang mengalami longsor serta pergeseran akibat guncangan gempa bumi.

    Fenomena pergeseran tanah ini berdampak langsung pada kekuatan struktur dan posisi infrastruktur kelistrikan PLN di lapangan.

    “Dampak dari gempa ini mengakibatkan tanah longsor yang berdampak terhadap pergeseran tiang. Biasanya mengakibatkan tiang rubuh atau miring, pergeseran kabel di atas tiang, atau kabel jatuh ke tanah,” jelas Immer.

    Dari sekian banyak lokasi terdampak di Kabupaten Ende, Kecamatan Wolojita tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerusakan jaringan kelistrikan paling parah. Kendati demikian, titik-titik gangguan kelistrikan juga ditemukan tersebar di berbagai wilayah Ende lainnya.

    “Secara keseluruhan, jaringan yang mengalami kerusakan paling parah di Wolojita. Beberapa titik itu tersebar di semua wilayah Kabupaten Ende secara merata,” lanjutnya.

    Baca juga: Pemerintah Gratiskan Pengurusan Dokumen Penting Korban Gempa NTT, dari KTP hingga Sertifikat Tanah

    Selama proses pemulihan, tim petugas PLN ULP Ende harus bekerja ekstra keras dan menghadapi risiko tinggi akibat kondisi lapangan yang tidak stabil, terutama di area yang terancam longsor susulan.

    Potensi Gangguan Kecil dan Imbauan Gempa Susulan

    Meskipun sistem kelistrikan utama telah pulih total, PLN ULP Ende tidak menampik kemungkinan adanya potensi gangguan kecil pascanormalisasi, terutama jika terjadi guncangan susulan pada jaringan listrik.

    Masyarakat Kabupaten Ende pun diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gempa susulan. Pasalnya, guncangan gempa dengan skala besar berpotensi merusak kembali infrastruktur kelistrikan yang ada.

    “Jika skalanya besar, bisa juga terganggu lagi,” kata Immer menambahkan.

    Baca juga: BMKG Catat 2.403 Gempa Susulan di NTT, Warga Flores Masih Mengungsi di Tenda dan Kebun

    Pihak PLN ULP Ende menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan bersiaga melakukan penanganan cepat jika ditemukan masalah baru atau gangguan susulan pada jaringan listrik di wilayah terdampak.

    Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Listrik di Ende Pulih 100 Persen, Pemadaman Terjadi Apabila Terjadi Gempa Susulan Skala Besar

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Update Terbaru Gempa NTT: 53 Orang Meninggal, 135 Warga Luka-luka

    Komentar
    Additional JS