Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Cagar Budaya Featured Radio Rimba Raya Spesial

    Lokasi Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Jadi Situs Cagar Budaya - Beritasatu

    3 min read

     

    Tugu Radio Perjuangan Rimba Raya di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. (Antara/Irwansyah Putra)

    Jakarta, Beritasatu.com – Lokasi Radio Rimba Raya di Kampung Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo resmi ditetapkan sebagai situs cagar budaya oleh Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Keputusan tersebut tertuang dalam SK Bupati Bener Meriah Nomor 180/467/SK/2026 dan menjadi momentum penting dalam upaya panjang pelestarian sejarah radio perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia tersebut.

    Radio Rimba Raya merupakan stasiun radio darurat yang beroperasi dari pedalaman dataran tinggi Gayo, Aceh pada masa agresi militer Belanda II. Mengudara sejak 23 Agustus hingga 2 November 1949, siaran radio ini menjadi salah satu saluran penting yang menyampaikan kepada dunia internasional bahwa Republik Indonesia masih ada dan terus berjuang, sekaligus mematahkan propaganda Belanda yang menyatakan Indonesia telah berakhir setelah penaklukkan Yogyakarta.

    Siaran Radio Rimba Raya menjadi dasar digelarnya Konferensi Meja Bundar di Den Hag yang berbuah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda.

    Penetapan lokasi Radio Rimba Raya sebagai cagar budaya diapresiasi oleh Ikmal Gopi, sutradara film dokumenter Radio Rimba Raya yang selama gencar mendorong pengakuan negara terhadap perjuangan radio tersebut.

    Menurutnya, keputusan tersebut bukan sekadar penetapan administratif. Di baliknya terdapat perjalanan sekitar 20 tahun yang diwarnai proses riset, dokumentasi, advokasi sejarah, hingga produksi film dokumenter yang mengangkat kembali peran Radio Rimba Raya dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

    “Secara pribadi, inilah yang kami harapkan 20 tahun lalu saat perjalanan proses riset dan melalui film dokumenter Radio Rimba Raya,” kata Ikmal Gopi, Sabtu (29/8/2026).

    Ia menegaskan, upaya membawa Radio Rimba Raya mendapatkan legitimasi sebagai bagian dari sejarah nasional bukanlah proses sederhana maupun mudah.

    “Terlepas dari apa yang kita semua perjuangkan selama ini, sehingga Radio Rimba Raya menjadi situs sejarah nasional, bukanlah hal yang sesederhana dan mudah. Waktu 20 tahun bukanlah waktu yang pendek yang kita perjuangkan sehingga Radio Rimba Raya mendapatkan legitimasi secara nasional dan sejajar dengan sejarah besar di Indonesia ini,” ujar Ikmal Gopi.

    Menurutnya, Radio Rimba Raya merupakan bagian penting dari sejarah Indonesia yang patut dibanggakan. Radio yang pernah mengudara dari kawasan pedalaman Gayo, Aceh, tersebut memiliki peran strategis dalam mempertahankan eksistensi dan martabat Republik Indonesia di mata dunia pada masa revolusi kemerdekaan.

    “Kita semua harus bangga ada sejarah besar Radio Rimba Raya dari hutan Gayo Aceh yang mengangkat martabat dan moral bangsa Indonesia saat itu yang sudah jatuh di mata dunia,” ujarnya.

    Ia juga menekankan sejarah Radio Rimba Raya bukan hanya milik masyarakat Aceh ataupun Bener Meriah, melainkan bagian dari sejarah bangsa Indonesia.

    “Radio Rimba Raya ini sejarah kita bersama. Kita ada karena sejarah,” kata Ikmal Gopi.

    Sejarah sebagai Identitas Bangsa

    Dalam pernyataannya, sutradara tersebut juga mengutip pemikiran filsuf Romawi Marcus Tullius Cicero mengenai pentingnya memahami sejarah.

    “Kalau kita tidak tahu apa yang terjadi sebelum kita lahir, berarti kita tetap masih anak kecil,” kata Ikmal Gopi, mengutip pemikiran Cicero.

    Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran generasi penerus mengenai identitas dan perjalanan bangsanya. Karena itu, penetapan Radio Rimba Raya sebagai situs cagar budaya harus menjadi awal langkah lebih besar dalam pelestarian dan pengembangan kawasan tersebut.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah atas keputusan yang memberikan legitimasi terhadap keberadaan dan nilai sejarah Radio Rimba Raya.

    “Kami sangat mengapresiasi keputusan ini,” ujarnya.

    Komentar
    Additional JS