Malaysia dan Brunei Mau Bawa Masalah Kabut Asap Kalimantan ke ASEAN - Kompas
KOMPAS.com - Malaysia dan Brunei Darussalam sepakat menggunakan mekanisme blok negara Asia Tenggara (ASEAN) untuk menangani kabut asap lintas batas.
Kesepakatan itu dicapai Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dan Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dalam pertemuan tahunan kedua negara setelah kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyebar ke Malaysia dan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Kami berdua sepakat menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani isu ini," kata Anwar dalam konferensi pers penutupan kunjungan kerja dua hari ke Brunei pada Sabtu (22/8/2026), yang dikutip The Star.
Baca juga: Malaysia Ketar-ketir Kabut Asap, ASEAN Diminta Segera Bertindak
Malaysia, melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan (NRES), akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN. Menteri NRES Datuk Seri Arthur Joseph Kurup juga akan menulis surat kepada mitranya di Indonesia.
Malaysia-Brunei Mau Bawa Kabut Asap Kalimantan ke Meja ASEAN
"Kami percaya ASEAN adalah mekanisme terbaik untuk menangani isu dan masalah di antara negara-negara anggota ASEAN, dan kami memandang Sekretariat lebih efektif untuk mengelola masalah ini," ujar Mohamad pada Jumat (21/8/2026), seperti dilansir Bernama.
Kabut asap ganggu Sarawak
Dampak kabut asap paling terasa di sejumlah wilayah Malaysia, khususnya Sarawak di Pulau Kalimantan.
Baca juga: Anggota DPR: Tetapkan Status Bencana Nasional Karhutla Kalimantan, Sudah di Luar Batas Wajar
Data Malaysian Air Pollution Index Management System (APIMS) menunjukkan indeks polusi udara di Serian, Sarawak, mencapai 190, yang termasuk dalam kategori tidak sehat, pada Sabtu (22/8/2026) pukul 09.00 waktu setempat
Sejumlah wilayah lain juga mencatat kualitas udara tidak sehat, termasuk Kuching dengan indeks 182, Samarahan 177, Sarikei dan Sri Aman masing-masing 173, Sibu 161, Bintulu 157, Samalaju dan Mukah masing-masing 156, serta Miri dan Bukit Rambai di Melaka masing-masing 151.
Dalam pembaruan data pada pukul 16.00, kondisi di Serian bahkan memburuk. Indeks polusi udara di wilayah tersebut mencapai 217 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Baca juga: Asap Karhutla Picu Protes Negara Tetangga, Desakan Status Bencana Nasional Mengemuka
Sembilan wilayah lain di Sarawak juga mencatat tingkat polusi udara tidak sehat, yakni Sri Aman 186, Sarikei 173, Kuching 171, Samarahan 170, Sibu dan Samalaju masing-masing 156, Bintulu 153, Mukah 125, serta Kapit 108.
Pemerintah Sarawak kemudian menutup hampir 600 sekolah yang berdampak terhadap sekitar 200.000 siswa.
Dalam sistem indeks Malaysia, angka 0-50 dikategorikan baik, 51-100 sedang, 101-200 tidak sehat, 201-300 sangat tidak sehat, sedangkan di atas 300 masuk kategori berbahaya.
Baca juga: Tiba di Kalimantan, Prabowo Ingin Lihat Keadaan akibat Karhutla
Kebakaran di Kalimantan picu kabut asap

Lihat Foto
Kabut asap tersebut muncul ketika kebakaran meluas di Pulau Kalimantan.
Adapun pulau terbesar ketiga di dunia itu dibagi oleh Indonesia, Malaysia, dan Brunei, dengan sekitar tiga perempat wilayahnya berada di Indonesia.
Menurut laporan Associated Press, Kementerian Kehutanan Indonesia mendeteksi lebih dari 5.000 titik panas di Kalimantan. Kebakaran menyebabkan sejumlah wilayah Kalimantan diliputi asap tebal hingga jarak pandang di beberapa daerah turun menjadi hanya 1-10 meter.
Baca juga: Malaysia Terdampak Kabut Asap dari Kalimantan, Sarawak Terparah
Asap juga dilaporkan menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan mengganggu penerbangan. Rekaman televisi memperlihatkan jalan, gedung, dan fasilitas umum tertutup asap, sementara pengendara harus menyalakan lampu kendaraan meski pada siang hari. Sejumlah warga, termasuk anak-anak sekolah, terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia mengatakan bahwa pola El Nino yang semakin menguat dan musim kemarau berkepanjangan turut memperparah kebakaran. Asap dari kebakaran tersebut kemudian terbawa hingga ke Malaysia.
Indonesia tindak pelaku pembakaran
Pemerintah Indonesia menyatakan akan mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran terbuka.
Baca juga: Kualitas Udara Palangka Raya Kategori Tidak Sehat Imbas Karhutla, Warga Mulai Keluhkan Asap Pekat
Di Kalimantan Tengah, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah Iwan Kurniawan mengatakan bahwa penyidik telah menahan 12 tersangka yang diduga terkait pembakaran dan pembukaan lahan secara ilegal dalam sepekan terakhir.
"Setiap kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah diselidiki," kata Iwan.
Polisi, menurut dia, masih bekerja untuk menentukan penyebab kebakaran sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Baca juga: Greenpeace Indonesia Temukan Lebih dari 500 Titik Karhutla di Kalimantan
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga menjanjikan tindakan tegas terhadap pelaku. Saat mengunjungi wilayah yang terdampak kebakaran di sekitar Palangka Raya pada Rabu (19/8/2026), dia mengatakan penegakan hukum akan dilakukan tanpa memandang skala pelanggaran.
"Siapa pun mereka, besar atau kecil, tanpa terkecuali, siapa pun yang merusak alam dan hutan akan menghadapi tindakan hukum yang tegas," kata Raja Juli.
Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kehutanan Indonesia mendeteksi 11.908 titik panas di seluruh Indonesia, naik dari 6.352 titik panas sehari sebelumnya.
Platform pemantauan hutan Nusantara Atlas memperkirakan sekitar 182.000 hektare lahan terbakar hanya pada Juli. Luas tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan luas lahan yang terbakar sepanjang paruh pertama tahun ini.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terbakar di Indonesia sepanjang tahun ini telah mencapai sekitar 285.000 hektare.
Baca juga: 108 Sekolah di Malaysia Tutup Imbas Kabut Asap dari Kalimantan
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT