Manfaatkan Situasi Gempa, Remaja di Labuan Bajo Diduga Bobol Sejumlah Rumah Kosong - Kompas
LABUAN BAJO, KOMPAS.com — Seorang remaja berinisial ASJ alias Putera (17) ditangkap Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Komodo Satreskrim Polres Manggarai Barat setelah diduga mencuri di sejumlah rumah di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat warga terdampak gempa magnitudo 7,7.
ASJ ditangkap setelah polisi mengembangkan laporan pencurian yang terjadi di kawasan Sernaru. Salah satu korban, WB (29), melaporkan rumahnya dibobol pada Rabu sore (19/8/2026).
Saat pulang bekerja, WB mendapati kondisi rumahnya berantakan. Bagian dinding dan jendela rumah terbuka setelah diduga dicongkel menggunakan benda tajam.
Camat di NTT Ngamuk pada Petugas BNPB: Saya Stres, Bantuan Sedikit untuk Dibagi pada Banyak Orang
Baca juga: Menteri PPPA Bawa Kak Seto Temui Korban Gempa NTT di Labuan Bajo
Setelah diperiksa, WB mengetahui sejumlah barang miliknya, berupa telepon genggam, perhiasan emas, dan beras, telah hilang. Total kerugiannya mencapai Rp 3,3 juta.
"Kami yang sedang cemas akibat situasi gempa tentu sangat terpukul dengan kejadian ini," ujar WB saat memberikan keterangan di Mapolres Manggarai Barat.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat AKP Lufthi Darmawan Aditya mengatakan, setelah menerima laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap ASJ di wilayah Sernaru, Labuan Bajo.
Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit ponsel hasil curian, satu obeng yang diduga digunakan untuk merusak dinding dan jendela, satu ember penyimpanan beras, serta satu sepeda motor Honda Vario warna hitam.
Lufthi mengatakan penangkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di kawasan permukiman yang ditinggalkan warga karena mengungsi.
Baca juga: Dedi Mulyadi Bertemu Khofifah di Labuan Bajo, Bicara Bantuan Korban Gempa NTT
"Pelaku memanfaatkan kelengahan warga yang sedang beraktivitas di luar atau mengungsi akibat dampak gempa bumi," imbuh Lufthi.
Diduga beraksi di sejumlah rumah
Dari pengembangan kasus, polisi mendapati ASJ diduga telah beraksi di sejumlah rumah di kawasan Sernaru.
Lufthi menyebut salah satu kasus tercatat dalam laporan polisi LP/B/125/VIII/2026 tertanggal 10 Agustus 2026. Dalam kasus tersebut, tiga unit ponsel dan uang tunai Rp 3 juta dilaporkan hilang.
Baca juga: Bawa 230 Butir Obat Keras, Pria di Bekasi Ditangkap Saat Patroli Polisi
Sebelumnya, pada 6 Agustus 2026, pelaku diduga masuk ke rumah Bruno Kosten dan mengambil uang tunai Rp 1,5 juta serta sepasang cincin emas pernikahan.
Kemudian, pada 20 Agustus 2026 sekitar pukul 02.00 Wita, pelaku diduga mencuri uang tunai Rp 2 juta dari Warung Mie Ayam Pepeng.
Polisi juga mencatat ASJ diduga pernah mencuri tiga unit ponsel dari tiga rumah warga di kawasan persawahan Sernaru secara terpisah pada Juli 2026.
Baca juga: Pelajar 18 Tahun Ditangkap Polisi di Tangerang, Bawa 8 Paket Sinte 6,12 Gram
Selain itu, polisi menerima laporan pencurian dengan modus serupa pada Senin malam (24/8/2026). Laporan tersebut masih dalam penyelidikan.
"Saat ini, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan diamankan di Mapolres Manggarai Barat," kata Lufthi.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
Nurbiyati Pengungsi Gempa di Manggarai Beli Tenda Pakai Uang Sendiri, Belum Dapat Selimut dan Tikar