Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Demo DPR Featured Spesial

    Massa Demo Guncang Pagar DPR hingga Besi Patah, Polisi Beri Peringatan - Liputan6

    3 min read

     

    Demo Mahasiswa di DPR Memanas, Pagar Dirusak dan Ban Dibakar

    Polisi melalui pengeras suara berulang kali mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan di luar batas.

    Jadi Intinya

    1. Demo di DPR/MPR memanas, massa merusak pagar dan melemparkan benda.
    2. Polisi mengimbau massa, namun tidak diindahkan; massa tetap bertahan.
    3. Aksi juga diwarnai pembakaran ban, coretan, dan spanduk tuntutan.

    Liputan6.com, Jakarta - Demo di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026) semakin memanas. Massa dari sejumlah elemen berusaha merobohkan pagar di gerbang utama gedung parlemen.

    Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.35 WIB, massa membentuk barikade di depan pagar. Sejumlah peserta aksi terlihat mengguncang pagar hingga beberapa besi yang terpasang patah.

    Dengan aba-aba, massa kembali menggoyangkan pagar secara bersama-sama. Sementara itu, peserta aksi lainnya melemparkan sejumlah benda, seperti botol air mineral, kayu, dan batu ke arah dalam area gedung.

    Polisi melalui pengeras suara berulang kali mengimbau massa agar tidak melakukan tindakan di luar batas. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan dan massa tetap berupaya merobohkan pagar.

    Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di depan gerbang utama Gedung DPR/MPR. Sejumlah kelompok mahasiswa juga terus berdatangan ke lokasi untuk mengikuti aksi.

    Massa Bakar Ban dan Rusak Pagar

    Sebelumnya, massa juga merusak pagar di gerbang utama hingga membakar ban di tengah demo. Berdasarkan pantauan di lokasi, konsentrasi massa terbagi di sejumlah titik di sekitar gerbang utama Gedung DPR/MPR.

    Berbeda dari aksi sebelumnya, mahasiswa kali ini menyampaikan orasi tanpa menggunakan mobil komando.

    Sejumlah tembok di sekitar lokasi aksi juga dipenuhi coretan bernada sindiran terhadap pemerintah. Sementara itu, spanduk berisi tuntutan massa terpasang di sejumlah pagar Gedung DPR/MPR.

    Situasi mulai memanas ketika massa berusaha merusak pagar di gerbang utama. Mereka terlihat mematahkan bagian besi pagar yang dianggap menghalangi akses menuju area gedung.

    Aksi kemudian berlanjut dengan pembakaran ban. Asap hitam pekat membumbung dan menyelimuti sekitar lokasi unjuk rasa. Di tengah situasi yang memanas, kelompok mahasiswa lainnya tetap menyampaikan aspirasi dengan bernyanyi.

    Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

    Komentar
    Additional JS