Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Ilmu Pengetahuan Spesial

    Mengenal 55 Cancri e, Planet Berlian dengan Suhu hingga 2.400 Derajat Celsius - Media Indonesia

    3 min read

     

    Mengenal 55 Cancri e, Planet “Berlian” dengan Suhu hingga 2.400 Derajat Celsius
    Ilustrasi(Doc Space)

    DI luar Tata Surya terdapat sebuah planet yang pernah dijuluki sebagai “planet berlian” karena diduga memiliki kandungan karbon sangat tinggi. Planet tersebut adalah 55 Cancri e, sebuah super-Earth yang berada sekitar 41 tahun cahaya dari Bumi di rasi Cancer.

    Menurut laporan National Geographic, 55 Cancri e memiliki ukuran sekitar dua kali diameter Bumi dan massa sekitar delapan kali lebih besar. 

    Planet ini juga mengorbit sangat dekat dengan bintang induknya, 55 Cancri A, sehingga hanya membutuhkan sekitar 18 jam untuk menyelesaikan satu orbit. Kondisi tersebut membuat permukaannya sangat panas dan tidak memungkinkan kehidupan seperti di Bumi.

    Mengapa Disebut Planet Berlian?

    Julukan “planet berlian” bermula dari penelitian astronom Yale University yang dipublikasikan pada 2012. Para peneliti saat itu membuat model berdasarkan massa, ukuran planet, serta komposisi bintang induknya.

    Berdasarkan laporan National Geographic mengenai penelitian tersebut, para astronom menduga 55 Cancri e merupakan dunia yang kaya karbon. 

    Dalam tekanan dan temperatur ekstrem di bagian dalam planet, karbon secara teoritis dapat berada dalam bentuk grafit dan berlian. 

    Model awal bahkan menggambarkan adanya lapisan berlian tebal di bawah permukaan yang kaya grafit.

    Namun, sebutan “planet berlian” tidak berarti ilmuwan telah membuktikan bahwa seluruh planet tersebut terbuat dari berlian. 

    Menurut laporan Space, penelitian lanjutan justru mempertanyakan dasar teori tersebut setelah analisis baru terhadap bintang induk 55 Cancri menunjukkan kandungan oksigen yang lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya.

    Bagaimana Berlian Bisa Terbentuk?

    Jika 55 Cancri e memang memiliki interior kaya karbon, proses pembentukan berlian diperkirakan berkaitan dengan tekanan dan suhu ekstrem di dalam planet.

    Planet berbatu terbentuk dari material yang mengelilingi bintang muda. Material tersebut perlahan berkumpul hingga membentuk planet. 

    Jika material pembentuknya memiliki kandungan karbon tinggi, tekanan dan panas di bagian dalam planet dapat menciptakan kondisi yang memungkinkan karbon berubah menjadi struktur seperti berlian.

    Karena itu, “planet berlian” lebih tepat dipahami sebagai hipotesis mengenai komposisi internal 55 Cancri e, bukan kepastian bahwa permukaannya merupakan hamparan berlian.

    Planet Panas dengan Lautan Lava

    Menurut laporan Space, pengamatan menggunakan James Webb Space Telescope (JWST) menunjukkan 55 Cancri e merupakan dunia yang sangat panas. 

    Planet ini berada hanya sekitar 2,3 juta kilometer dari bintangnya dan memiliki temperatur permukaan sekitar 2.400 derajat Celsius. Kondisinya membuat permukaan planet diperkirakan berupa lautan lava global.

    JWST juga menemukan indikasi bahwa 55 Cancri e memiliki atmosfer yang cukup tebal. Menurut laporan tersebut, atmosfer ini kemungkinan terbentuk dari proses outgassing, ketika gas dari interior planet yang meleleh keluar melalui permukaan. 

    Model yang digunakan peneliti mendukung kemungkinan adanya karbon monoksida dan karbon dioksida dalam atmosfer tersebut.

    Dengan demikian, meski 55 Cancri e pernah disebut planet berlian, para ilmuwan masih terus menguji komposisi sebenarnya. 

    Yang sudah jelas, planet ini merupakan salah satu dunia ekstrem di luar Tata Surya dan memberikan kesempatan bagi astronom untuk memahami betapa beragamnya planet yang dapat terbentuk di alam semesta.

    Sumber: National Geographic dan Space

    Komentar
    Additional JS