Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Kesehatan Lintas Peristiwa Menkes NTT Spesial

    Menkes: Banyak Penyintas Gempa NTT Alami Patah Tulang - Kompas

    4 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut penyakit patah tulang banyak dialami penyintas gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Budi mengatakan ada dua rumah sakit lapangan yang telah beroperasi untuk membantu korban gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di Flores, NTT, pada 15 Agustus 2026.

    "Itu sudah beroperasi kemarin, dan sudah bisa melakukan operasi, terutama patah tulang karena banyak sekali yang patah tulang di (bagian) sini, (bagian) sini, sekarang sudah beroperasi dua rumah sakit itu," kata Budi saat ditemui usai kunjungan skrining tuberkulosis (TB) gratis pada siswa SMA A. Wahid Hasyim, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (20/8/2026).

    Baca juga: Pascagempa NTT, Kementerian PU Salurkan Bantuan Air Bersih ke Nagekeo dan Ende

    Budi menjelaskan, sekitar 40 keluarga telah dilayani oleh dua rumah sakit lapangan tersebut.

    Media Asing Soroti Indonesia, Rayakan HUT RI di Tengah Duka Gempa NTT

    Sebelumnya, dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kemenkes menyatakan telah mendirikan dua rumah sakit lapangan untuk menangani korban gempa di NTT yang hingga kini masih membutuhkan bantuan kesehatan.

    "Kami laporkan ada dua rumah sakit lapangan yang kami kirimkan. Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," kata Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya.

    Baca juga: Menhan Sjafrie Temui Korban Gempa NTT, Dialog Bareng Warga dan Sampaikan Belasungkawa

    Kemenkes juga bekerja sama dengan Basarnas untuk mengidentifikasi puskesmas-puskesmas yang terdampak cukup parah dan sulit terjangkau, misalnya puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.

    "Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tuturnya.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Batas akses KARIN

    Kamu sudah mencapai batas akses KARIN.

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Khusus Member

    Akses Tanya Langsung Tersedia untuk Member

    Gabung membership Kompas.com+ MAX untuk bertanya lebih banyak dan memahami berita dengan lebih leluasa.

    Warga NTT Masih Syok Usai Gempa Magnitudo 7,7, BNPB: Teringat Tsunami 1992

    Komentar
    Additional JS