Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Menko Pangan Ungkap Sulitnya Distribusi Bantuan untuk Korban Gempa NTT - Kompas

    4 min read

     

    JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan, distribusi bantuan makanan ke lokasi bencana bukanlah hal yang mudah.

    Hal tersebut Zulhas sampaikan dalam merespons distribusi bantuan untuk korban gempa NTT.

    "Ya memang pertama kalau bencana itu darurat dulu, jangankan yang lain. Distribusi makanan saja nggak gampang, karena untuk mencapai satu lokasi itu tidak mudah," ujar Zulhas saat menghadiri HUT ke-28 PAN di kantor PAN, Jakarta Selatan, Minggu (23/8/2026).

    Zulhas meminta publik untuk tidak menyamakan penyaluran bantuan di NTT dengan di Jakarta.

    Zulhas Janji Selesaikan Masalah Pangan Korban Gempa NTT: Soal Waktu Kapal Saja...

    Baca juga: Zulhas Minta Menteri hingga Anggota DPR dari PAN Potong Gaji Sebulan untuk Bantu Korban Gempa NTT

    "Seperti kemarin waktu kami di mana itu? Di Aceh itu, Sumut itu, oh itu tidak mudah sekali, apalagi yang di gunung, nggak gampang," tegasnya.

    Maka dari itu, Zulhas menyebut bantuan darurat lah yang lebih dulu diberikan kepada korban.

    Dia menyebut pemerintah juga butuh waktu untuk menyelesaikan bencana.

    "Maka darurat dulu, setelah ini nanti baru tambah yang lain, hunian tetap, setelah hunian tetap baru nanti rumah. Pendek kata bencana pemerintah akan selesaikan soal waktu saja yang tidak mudah," imbuh Zulhas.

    Dikutip dari Tribunnews, korban gempa bumi di Kampung Topak, Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku mendapat bantuan darurat dari pemerintah desa.

    Baca juga: Update Gempa NTT, BNPB: 91 Orang Meninggal, 51 Persen akibat Reruntuhan Bangunan

    Bantuan itu berupa sebutir telur, segelas beras, dan sebungkus mi Instan.

    Bantuan disalurkan oleh dusun setempat.

    Adapun warga terdampak gempa masih bertahan di pengungsian sejak gempa bermagnitudo 7,7 itu mengguncang Flores pada Sabtu, (15/8/2026).

    Sejumlah warga kehilangan rumah untuk berteduh.

    Sementara itu, warga lainnya merasa cemas akan adanya gempa susulan sehingga memilih mengungsi di tenda darurat yang terbuat dari bambu dan terpal seadanya.

    “Ini bantuan darurat dari pemerintah desa yang kami terima hari ini,” kata Ola, salah satu korban, Rabu, (19/8/2026).

    Marianus Darmi, warga lainnya, mengaku tetap bersyukur dengan adanya bantuan darurat ini walaupun belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

    Baca juga: Hanura Siapkan Relawan untuk Bantu Salurkan Bantuan di NTT

    “Mungkin ini wujud kehadiran pemerintah di tengah kami yang sedang dilanda musibah,” kata Marianus.

    Acik Mayo, seorang pemuda setempat, berharap ada perhatian dari pemerintah guna meringankan penderitaan korban.

    “Sangat diharapkan bantuan dari pemerintah, lembaga sosial, organisasi kemanusiaan, khusus untuk korban seperti tempat huni sementara bagi yang alami kerusakan berat,” kata dia.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Purbaya Soroti Penanganan Bencana Gempa NTT: Saya Tanya Banyak Gak Tahunya…

    Komentar
    Additional JS