Mobil SPPG Melaju Kencang lalu Tabrak Tiang, Kendaraan Parkir, dan Pagar Warga Magetan | beritajatim

Magetan (beritajatim.com) – Mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lembeyan Wetan mengalami kecelakaan di Desa Krowe, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, Rabu (19/8/2026). Mobil boks tersebut menabrak tiang Wi-Fi, pagar rumah warga, hingga kendaraan yang sedang terparkir sebelum akhirnya terguling.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Pengemudi mobil, Wasit, bersama rekannya, Joko, berhasil keluar dari kendaraan dengan bantuan warga sekitar.
Salah seorang warga Krowe, Suyanto, mengatakan mobil boks SPPG tersebut melaju dari arah selatan menuju barat sebelum mengalami kecelakaan. Menurutnya, kendaraan melaju cukup kencang hingga kemudian menabrak sejumlah benda di pinggir jalan.
“Dari tadi yang saya tahu dari selatan ke barat kencang terus nabrak tiang Wi-Fi, terus nabrak lagi pagar sama mobil itu, baru terguling,” kata Suyanto.
Suyanto menyebut mobil milik warga yang turut tertabrak dalam kondisi sedang terparkir di halaman rumah. Setelah kejadian, warga langsung mendatangi lokasi dan membantu pengemudi serta penumpangnya keluar dari kendaraan.
“Tadi dibantu warga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Lembeyan Wetan, Lisnia Rininda Putri, menjelaskan kecelakaan terjadi setelah kendaraan selesai menjalankan distribusi makanan bergizi pada pagi hari. Mobil tersebut kemudian menuju Desa Krowe untuk mengambil kembali ompreng atau wadah makanan yang telah kosong dari sekolah.
Menurut Lisnia, kecelakaan diduga terjadi karena pintu boks samping kendaraan tidak tertutup rapat. Saat kendaraan melintas, pintu tersebut menyenggol tiang Wi-Fi sehingga kendaraan kehilangan keseimbangan.
“Dari pihak driver, untuk pintu boks samping itu tidak tertutup rapat sehingga terbuka dan menyenggol tiang Wi-Fi. Mobil kemudian oleng ke kiri dan menghantam pagar rumah warga, akhirnya mobil terguling ke kanan,” jelas Lisnia.
Akibat kejadian itu, selain pagar rumah warga, sebuah mobil yang sedang terparkir di halaman juga mengalami kerusakan pada bagian bumper belakang.
Lisnia memastikan kerusakan yang dialami warga akan menjadi tanggung jawab pihak pengelola. Yayasan dan mitra SPPG disebut telah mendiskusikan mekanisme penggantian biaya kerusakan kendaraan maupun pagar rumah warga.
“Untuk kerugian berupa mobil yang terparkir di halaman rumah warga, hanya bumper belakangnya saja. Terkait kerusakan pagar dan mobil warga yang terparkir sudah didiskusikan dengan pihak terkait. Nanti yayasan dan mitra akan mengganti biaya kerusakan mobil dan pagar,” katanya.
Lisnia juga memastikan kondisi pengemudi dan rekannya baik-baik saja. Tidak ada luka serius yang dialami keduanya maupun warga di sekitar lokasi.
SPPG Lembeyan Wetan sendiri melayani distribusi makanan bergizi ke 25 sekolah serta dua posyandu yang berada di dua desa. Untuk menunjang kegiatan distribusi, SPPG tersebut memiliki dua kendaraan operasional.
Kendaraan yang mengalami kecelakaan merupakan salah satu armada yang digunakan untuk distribusi di wilayah Tapen. Namun, kecelakaan tersebut dipastikan tidak akan mengganggu penyaluran makanan bergizi pada hari berikutnya.
“Pihak yayasan langsung mengirimkan mobil terbaru lagi untuk distribusi besok. Jadi, untuk distribusi selanjutnya tidak ada kendala,” terang Lisnia.
Terkait informasi bahwa kendaraan melaju secara ugal-ugalan, Lisnia membantahnya. Ia menegaskan kecelakaan tersebut bukan disebabkan oleh pengemudi yang berkendara secara ugal-ugalan, melainkan diduga karena kelalaian tidak menutup rapat pintu boks samping kendaraan.
“Ugal-ugalan itu tidak benar. Itu murni kelalaian dari sopir, yaitu tidak menutup rapat pintu boks samping sehingga pintu tersebut menyenggol tiang Wi-Fi. Mobil kemudian oleng ke kiri dan menghantam pagar rumah warga sehingga terbalik ke samping,” tegasnya.
Pihak SPPG memastikan armada pengganti telah disiapkan sehingga insiden tersebut tidak menghentikan distribusi makanan bergizi kepada sekolah dan posyandu yang menjadi sasaran layanan SPPG Lembeyan Wetan. [fiq/but]