Pemprov Jatim Targetkan Bantuan Logistik 100 Ton untuk Korban Gempa NTT - Kompas
SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menargetkan bantuan logistik sebanyak 100 ton untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut akan dikirim secara bertahap.
Diketahui, gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang kawasan NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa susulan juga terjadi ribuan kali di berbagai titik hingga menyebabkan adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan.
Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, total korban jiwa bencana Gempa NTT dilaporkan sebanyak 75 orang. Kemudian, 907 orang mengalami luka-luka dan 92.735 jiwa terpaksa mengungsi.
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, Pemprov Jatim mengirimkan bantuan logistik seberat 8,4 ton, yang dikirim melalui jalur darat dan laut. Bantuan tersebut disalurkan untuk wilayah Ende dan sekitarnya.
China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan
Baca juga: BMKG Catat 862 Kali Gempa Susulan Terjadi di NTT pada 20 Agustus 2026
Kemudian, Pemprov Jatim kembali mengirimkan bantuan kepada korban gempa NTT khususnya di kawasan Labuan Bajo sebanyak 64 ton yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Kamis, 20 Agustus 2026.
“Kebetulan kapal malam ini itu akan menuju Labuan Bajo. Insya Allah yang sudah terkumpul sekitar 64 ton hari ini. Kita sih punya target sampai dengan 100 ton yang bisa kita support,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Kamis.
Bantuan yang dikirim tersebut berupa makanan, peralatan mandi, pakaian anak-anak dan peralatan orang dewasa serta obat-obatan.
Kebutuhan obat-obatan tersebut diidentifikasi oleh tenaga kesehatan dari Jatim yang sudah ditugaskan di lokasi bencana NTT.
“Jadi obat-obatan ini sudah diidentifikasi dari enam orang tim dokter yang sudah kita kirim tanggal 17 Agustus 2026, pagi,” ungkapnya.
Baca juga: Gempa Susulan Terus Guncang NTT, Pelayanan Kesehatan Korban di Desa Manggarai Timur Terhambat
Khofifah juga menyebut, sudah ada 14 rumah sakit yang berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan siap mengirimkan tenaga kesehatan, tenaga medis, serta para medis untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT.
“Jadi kira-kira begitu. Ini sedang kita hitung apakah masih dibutuhkan dapur umum lapangan. Kalau kita dapur umum lapangan dirasakan masih harus ditambah. Maka Dinas Sosial dan BPBD akan menyiapkan itu,” kata Khofifah.
Dinas Sosial (Dinsos) Jatim juga menyiapkan trauma healing untuk membantu pemulihan kondisi psikologis masyarakat yang terdampak bencana gempa di NTT.
Khofifah bersama instansi terkait rencananya akan bertolak ke NTT meninjau langsung kondisi bencana dan penyaluran bantuan pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Baca juga: Korban Gempa di NTT Gotong Royong Bersihkan Puing Rumah dan Bangun Hunian Darurat
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT
TNI AU Kerahkan Airbus A400M & Hercules, Angkut 33,7 Ton Bantuan Korban Gempa NTT