Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Featured Ilmu Pengetahuan Spesial

    Peneliti Temukan Cara Ambil DNA dari Perkamen Kuno Tanpa Merusak Manuskrip - Media Indonesia

    3 min read


    Para peneliti telah menunjukkan cara non-destruktif untuk mengumpulkan materi seluler dari manuskrip perkamen bersejarah, memungkinkan mereka untuk melakukan analisis genetik yang menawarkan wawasan baru tentang segala hal mulai dari jalur perdagangan hing(Nash Dunn, NC State University)

    PARA peneliti berhasil mengembangkan metode non-destruktif untuk mengumpulkan materi seluler dari manuskrip perkamen bersejarah. Teknik inovatif ini memungkinkan analisis informasi genetik yang tersimpan pada perkamen hingga 1.300 tahun lalu tanpa merusak dokumen, sekaligus membuka wawasan baru mengenai jalur perdagangan, sejarah pertanian, hingga asal-usul manuskrip.

    Perkamen, yang terbuat dari kulit hewan, telah digunakan selama ribuan tahun di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika sebagai media penulisan dokumen hukum hingga peta. Karena berasal dari kulit hewan, perkamen menyimpan materi biologis yang menyimpan petunjuk genetik di samping teks tulisan tangan di permukaannya.

    "Karena terbuat dari kulit hewan, sangat memungkinkan untuk mengekstraksi informasi genetik dari perkamen," kata Tim Stinson, penulis korespondensi penelitian sekaligus associate professor bahasa Inggris di North Carolina State University. "Informasi genetik itu, pada gilirannya, memberi kita jendela ke masa lalu, menjawab pertanyaan tentang hal-hal seperti kapan dan di mana sebuah manuskrip dibuat."

    Selain mengungkap asal-usul naskah, DNA dari perkamen juga dapat membantu para ilmuwan mempelajari evolusi hewan ternak, perkembangan ras unggul, hingga sejarah penyakit ternak.

    "Karena perkamen telah digunakan begitu lama dan sering kali mencatat informasi sejarah yang terperinci, informasi genetik yang dikandungnya juga dapat menyoroti evolusi spesies ternak domestik, bagaimana ras berkembang dari waktu ke waktu, penyakit ternak, dan sebagainya," ujar Matthew Breen, profesor genetik onkologi komparatif di College of Veterinary Medicine NC State.

    Selama ini, kendala utama dalam analisis genetik manuskrip adalah aksesibilitas. Perpustakaan dan museum mengkhawatirkan risiko kerusakan permanen pada artefak langka saat pengambilan sampel dilakukan.

    "Makalah ini sangat penting karena salah satu tantangan terbesar bagi bidang analisis genetik yang sedang berkembang ini adalah mendapatkan akses ke perkamen bersejarah, karena kekhawatiran bahwa pengumpulan sampel akan merusak artefak berharga ini," jelas Stinson. "Pekerjaan kami menunjukkan bahwa kami dapat mengumpulkan sampel tanpa merusak perkamen, yang merupakan langkah besar ke depan."

    Dalam pengujian terhadap 91 manuskrip di Rubenstein Library, Duke University, yang berasal dari abad ke-8 hingga awal abad ke-20 dari Inggris hingga Ethiopia, peneliti menggunakan cara sederhana: menggosokkan kuas sitologi kering (jenis kuas yang sama untuk Pap smear) pada permukaan perkamen.

    "Kuas sitologi dapat digunakan dalam keadaan kering dan melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam memanen materi seluler tanpa merusak integritas artefak yang disampel," tutur Breen.

    Materi seluler yang terkumpul kemudian diisolasi dan dianalisis menggunakan teknologi sekuensing generasi baru berstandar forensik.

    "Kami pada dasarnya menggunakan teknologi mutakhir dan teknik analisis genetik untuk mendapatkan informasi empiris baru mengenai praktik budaya dan pertanian bersejarah," kata Stinson.

    Para peneliti berharap keberhasilan metode ini dapat membangun kepercayaan dari lembaga pemilik arsip sejarah. Breen menambahkan, "Kami telah menunjukkan bahwa kami dapat mengekstraksi sejumlah besar informasi baru dari perkamen-perkamen ini tanpa merusaknya. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan dengan organisasi-organisasi yang bertanggung jawab untuk melestarikan dokumen bersejarah ini."

    Studi berjudul "Adventures in the Animal Archive: New Techniques for the Genetic Analysis of Parchment Manuscripts" ini dipublikasikan secara akses terbuka di jurnal Manuscript Studies. (Science Daily/North Carolina State University/Z-2)

    Komentar
    Additional JS