Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Pengungsi Gempa di Sikka Mulai Dipulangkan, Prioritas yang Rumah Rusak Ringan dan Tak Rusak - Kompas

    3 min read

     

    SIKKA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai memulangkan para pengungsi korban gempa ke rumah masing-masing pada Minggu, 23 Agustus 2026.

    Keputusan ini diambil setelah sejumlah warga terdampak menyatakan keinginan untuk kembali ke rumah.

    Kepala Satgas Pos Komando Bencana Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa, menegaskan bahwa proses pemulangan pengungsi tidak dilakukan secara serampangan.

    Dia mengatakan, proses pemulangan akan dilakukan secara bertahap, tertib, terdata, dan mengutamakan keselamatan, terutama bagi warga yang rumahnya masuk kategori rusak ringan dan tidak rusak.

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    "Data menjadi dasar, proses verifikasi menjadi kunci, dan keselamatan tetap menjadi prioritas," ujar Margaretha di Maumere, Senin (24/8/2026).

    Baca juga: Akses Darat Pulau Palue Pulih, BNPB Salurkan Bantuan dan Skema Ganti Rugi Rumah Rusak di Sikka

    Margaretha mengungkapkan, berdasarkan pemutakhiran data by name by address (BNBA), pengungsi dengan kategori rusak ringan dapat mengikuti mekanisme pemulangan.

    Sementara itu, pengungsi dengan kategori tidak rusak statusnya akan ditentukan lebih dulu melalui proses pemutakhiran dan verifikasi di lapangan.

    Menurut dia, hal tersebut merupakan bagian dari standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.

    Dia pun menegaskan bahwa pemulangan bukan bentuk pemaksaan bagi masyarakat untuk meninggalkan lokasi pengungsian, melainkan mekanisme yang disiapkan pemerintah agar warga yang rumahnya sudah dinyatakan layak huni dapat pulang dengan aman dan tertib.

    "Pemulangan ini atas permintaan atau kesediaan masyarakat sendiri. Pemerintah menyiapkan mekanismenya agar proses tersebut berjalan dengan baik dan tetap mengutamakan keselamatan," katanya.

    Baca juga: 100 Orang Meninggal, 1.603 Luka, dan 180.327 Orang Mengungsi Akibat Gempa NTT

    Lebih lanjut, Margaretha menjelaskan bahwa warga yang sudah siap kembali ke rumah terlebih dahulu menyampaikan permintaan atau kesediaan pemulangan kepada koordinator pos pengungsian. Selanjutnya, petugas melakukan verifikasi berdasarkan data BNBA.

    Apabila status rumah sesuai kategori rusak atau tidak rusak dan telah memenuhi persyaratan, warga dapat melanjutkan proses administrasi berupa pengisian formulir dan surat pernyataan (SP) pemulangan.

    Setelah seluruh proses administrasi rampung, warga dapat mengemas barang pribadi dan mempersiapkan kepulangan.

    Pemerintah juga akan menyiapkan paket sembako sesuai kebutuhan di lokasi pengungsian, serta dukungan personel untuk membantu proses pemulangan hingga warga dapat kembali ke rumah masing-masing secara mandiri.

    Baca juga: Korban Meninggal Gempa NTT di Manggarai Bertambah Jadi 39 Orang

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan

    Komentar
    Additional JS