Pimpin Upacara HUT RI di dalam Gua Luweng Ombo, Bupati Pacitan Takjub Melihat Keindahan - Kompas
PACITAN, KOMPAS.com — Bupati Indrata Nur Bayuaji, tidak mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kantor Pemkab Pacitan, Jawa Timur, Senin (17/8/2026).
Ia memilih upacara di Gua Luweng Ombo, Dusun Petung, Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Pacitan bersama para penelusur gua (caver) Gahvara Yava Expedition 2026.
Di sana, Bupati Pacitan Indrata bertindak sebagai inspektur upacara.
Ia turun ke dalam gua vertikal itu menggunakan sistem tali tunggal atau Single Rope Technique (SRT), didampingi oleh caver senior.
Rayakan Ultah Ke-73, Nenek Asal Pekalongan Mendaki 4 Gunung di 4 Pulau
Dalam upacara tersebut, para caver juga mengibarkan bendera bendera Merah Putih dari mulut gua, sehingga bendera tersebut berada di atas kepala Indrata yang berada di bawahnya.
Upacara juga dihadiri warga Dusun Petung, puluhan anggota Kodim 0801/Pacitan, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Pacitan.
Indrata mengaku sempat merasa takut. Namun, karena penasaran dengan apa yang ada di bawah Gua Luweng Ombo, dia pun tertantang untuk ikut turun ke dalam goa.
"Tentu saya sebagai amatir, pertama kali perasaannya campur aduk, takut dan sebagainya. Tetapi saya yakin bahwa teman-teman ekspedisi kali ini mereka profesional, Alhamdulillah turun dan naik selamat," ujar Indrata saat ditemui, Senin (17/8/2026).
Baca juga: “Merdeka dari Penyakit”, 85 ODGJ di Bekasi Rayakan HUT RI dengan Upacara dan Lomba
Indrata mengaku takjub dengan keindahan yang tersaji di dalam Gua Luweng Ombo.
"Di bawah luar biasa, meskipun baru di pos satu di titik 110 meter, menurut teman-teman dari ekspedisi Gahvara Yava 2026 ini, disampaikan bahwa titik terdalamnya ada di 246 meter. Nah, di sana pastinya jauh lebih indah daripada yang saya di pos satu. Tetapi di pos satu saja udah luar biasa," katanya.
Menurutnya, Gua Luweng Ombo memiliki potensi wisata yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Pacitan.
Penjelajahan Gua Luweng Ombo

Lihat Foto
Indrata mengaku bangga dengan capaian tim ekspedisi Gahvara Yava 2026.
Gua ini pernah dieksplorasi oleh caver dari dalam dan luar negeri dengan jarak terjauh yang pernah dijelajahi mencapai 7,3 kilometer.
Tim ekspedisi Gahvara Yava 2026 kemudian berhasil menambah pemetaaan gua Luweng Ombo sepanjang 1.242,5 meter lewat penjelajahan lanjutan.
Sehingga panjang lorong gua Luweang Ombo yang berhasil dipetakan saat ini adalah 8.242,5 meter atau 8,2 kilometer.
"Saya sangat bangga, Luar biasa bangga sekali," ungkapnya.
Baca juga: Bangganya Pedagang Kelontong Asal Pacitan Lihat Anaknya Jadi Paskibraka Jatim
Ia berharap ekspedisi Gua Luweng Ombo bisa dilanjutkan kembali tahun depan.
"Mungkin kami akan mencoba juga komunikasi dengan pemerintah pusat tentunya untuk bisa memberikan support untuk eksplorasi yang lebih dalam lagi, lebih jauh lagi, untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pemetaan kita juga serta mengetahui potensi-potensi yang ada di dalam goa Luweng Ombo," katanya.
Gua Vertikal Terdalam di Jawa
Ketua Ekspedisi Gahvara Yava 2026, Guntur Pambudi membenarkan pihaknya berhasil melangkah lebih jauh dalam penjelajahan Gua Luweng Ombo.
"Ekspedisi Gahvara Yava 2026 sesuai dengan target kita pada ekspedisi kali ini, kita mau menambah panjang peta Gua Luweng Ombo ini dan Alhamdulillah kita berhasil menambah panjang peta Luweng Ombo ini sepanjang 1.242,5 meter yang menjadikan total panjang peta Gua Luweng Ombo ini sekarang menjadi 8.242,5 meter," ujar Guntur Pambudi.
Lewat Ekspedisi Gahvara Yava 2026, Guntur memastikan Gua Luweng Ombo masih menjadi gua vertikal terdalam di Pulau Jawa dan menjadi gua terpanjang nomor 7 di Indonesia.
"Luweng Ombo ini tadinya goa terpanjang nomor 9 di Indonesia. Sekarang peringkatnya naik menjadi nomor-7 dengan penambahan pemetaan ini," ucapnya.
Baca juga: Pimpin Upacara HUT RI ke-81, Wagub Aceh Ajak Warga Jaga Perdamaian
Gua Luweng Ombo dinyatakan masih memungkinkan untuk di-eksplorasi lebih jauh lagi, karena tim Gahvara Yava menduga masih ada lorong panjang yang bisa dijelajahi.
"Kesulitan utama dari Gua Luweng Ombo ini yang pertama adalah lumpur yang sangat dalam. Di beberapa titik kedalamannya mencapai dada sampai leher orang dewasa, itu yang menghambat pergerakan kita," katanya.
"Kemudian di beberapa seksi dari lorong Gua Luweng Ombo ini ada fenomena namanya hiperventilasi atau minim oksigen yang menyebabkan gejala hipoksia terhadap penelusur yang didalam," imbuhnya.
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT