Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Komisi X DPR Lintas Peristiwa NTT Pendidikan Spesial

    Pimpinan Komisi X DPR Harap Proses Belajar Mengajar Tidak Terganggu Gempa di NTT - Kompas

    4 min read

     


    JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani berharap proses belajar mengajar tetap bisa berjalan pascabencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

    Dia juga menyoroti perlunya kehadiran Sekolah Darurat di tengah masih terjadinya gempa susulan.

    "Ya tentu kami tidak menginginkan adanya bencana ini kemudian pendidikan kita akan terhenti lama. Kami ingin bahwa proses belajar mengajar terus berjalan di saat gempa yang sampai dengan hari ini memang masih berlangsung gempa susulan," kata Lalu di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

    Baca juga: 529 Korban Gempa NTT Ditangani di Posko Damer, Nakes Sempat Kewalahan

    Menurut Lalu, jumlah Sekolah Darurat di NTT perlu disesuaikan di masing-masing daerah terdampak.

    Sikap Prabowo soal Gempa NTT: Utus Tiga Menteri Turun Gunung, Langsung Bangun Posko

    "Kalau ternyata sekolah existing-nya masih bisa dilakukan ya tentu diinventarisir, tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu, apakah nanti disiapkan berupa tenda atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa tersebut," paparnya.

    400 Sekolah Terdampak

    Menurut Lalu, terdapat sekitar 400 sekolah yang terdampak gempa di NTT.

    Dia mengatakan, data itu masih terus berkembang dan sedang diklasifikasikan jenis kerusakannya.

    "Per hari ini kami sudah menerima data dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah tentunya serta dari Pemerintah Daerah kurang lebih sekolah yang terdampak itu 400 sekolah kurang lebih per hari ini," ungkap Lalu.

    Baca juga: 529 Korban Gempa NTT Ditangani di Posko Damer, Nakes Sempat Kewalahan

    Lalu melanjutkan, dampak gempa di NTT juga berdampak ke daerah lain di sekitarnya. Hal ini pun juga harus menjadi atensi.

    "Nah saya rasa ini masih terus berkembang karena dampak gempa ini ternyata tidak hanya di Nusa Tenggara Timur, ada sebagian Nusa Tenggara Barat terutama di Kabupaten Bima," ujar dia

    Politikus PKB ini pun meminta pemerintah mendata setiap kerusakan terkait sekolah serta membangunya kembali.

    Tak hanya itu, Komisi X DPR juga meminta untuk mendata guru, siswa, dan tenaga pendidik lainnya yang terdampak akibat gempa.

    "Nah sekarang sedang dihitung, tetapi DPR sudah membentuk Satgas Bencana dan langsung dipimpin oleh pimpinan DPR sendiri sudah meninjau langsung ke Nusa Tenggara Timur dan sudah memberikan bantuan," lanjut dia.

    Baca juga: Kepala BNBP Minta Penanganan Korban Gempa NTT Harus Beres Seminggu

    Diberitakan sebelumnya, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026).

    Akibat gempa itu, jumlah korban meninggal dunia mencapai 70 orang.

    "Sampai dengan hari ketiga kemarin pukul 23.30 (waktu setempat), total korban adalah 202 orang, yang meninggal dunia 70 orang," ujar Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama Yudhi Bramantyo dalam konferensi pers secara daring melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).

    Selain korban jiwa, tercatat juga sebanyak 40 orang mengalami luka berat dan 92 lainnya luka ringan.

    Sementara itu, tercatat terjadi 2.119 gempa susulan pascagempa pada Sabtu lalu.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Indonesia Berada di Kawasan Cincin Api, Gempa NTT Jadi Sorotan Internasional

    Komentar
    Additional JS