Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Flores Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Polisi Evakuasi Lansia Sakit Stroke yang Tertinggal Saat Gempa Flores - Kompas

    3 min read

     


    KUPANG, KOMPAS.com – Dua personel Polres Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengevakuasi seorang warga lanjut usia yang menderita stroke dan tertinggal seorang diri saat gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores.

    Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan Aipda Bernadus Bata bersama Briptu Fransiskus Nikolaus Nale saat melaksanakan pengecekan dan pendataan warga terdampak bencana di Posko TPU Desa Tonggurambang, Kabupaten Nagekeo.

    Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko mengatakan, kedua personel tersebut mendapat informasi bahwa masih ada seorang warga yang membutuhkan pertolongan di Desa Marapokot.

    Baca juga: 3 Hari Pascagempa M 7,7, Listrik Seluruh Flores Kembali Normal

    “Mendapat informasi tersebut, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk memastikan kondisi warga dan melakukan evakuasi,” kata Rudi, Selasa (18/8/2026).

    China Pantau Gempa NTT: Warganya Terluka, Beijing Siap Kirim Bantuan

    Setibanya di lokasi, kedua polisi tersebut menemukan Siti Halimah Lima (68), yang diketahui menderita stroke, seorang diri di sebuah pondok yang berada di belakang rumahnya.

    Saat gempa terjadi, seluruh anggota keluarga Siti sedang tidak berada di tempat. Sementara warga sekitar juga tengah panik dan berupaya menyelamatkan diri.

    Kondisi itu membuat Siti tidak dapat menyelamatkan diri secara mandiri.

    Bernadus dan Fransiskus kemudian mengevakuasi Siti menuju tempat yang lebih aman agar mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.

    Menurut Rudi, penyelamatan ini merupakan tugas Polri terhadap warga yang terdampak bencana.

    Baca juga: Update Gempa M 7,7 Flores: 70 Orang Meninggal, 538 Luka

    “Di tengah situasi bencana, anggota Polri harus hadir untuk memberikan rasa aman, membantu evakuasi, dan melindungi masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” ujar Rudi.

    Ia menegaskan, jajaran Polda NTT bersama seluruh personel di wilayah terdampak terus melakukan pemantauan, pendataan, serta membantu proses evakuasi warga pascagempa Flores.

    Rudi juga mengapresiasi kepedulian personel yang tetap bergerak membantu warga meskipun situasi di lapangan masih diwarnai kepanikan akibat gempa susulan.

    Aksi tersebut menjadi gambaran kehadiran polisi di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan kemanusiaan kepada warga yang berada dalam kondisi rentan.

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Mencekam! Paniknya Warga saat Gempa M 7,7 NTT Mengguncang Pelabuhan Maumere

    Komentar
    Additional JS