Polisi Rutin Patroli di Lokasi Gempa Flores Cegah Penjarahan - Metro tv
Kupang: Polisi rutin patroli di rumah-rumah warga dan lokasi bencana gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Patroli dilakukan untuk mengantisipasi penjarahan dan pencurian pasca-gempa.
“Di tengah banyaknya warga yang mengungsi Polda NTT juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan di permukiman yang ditinggalkan,” kata Kepala Kepolisian Daerah NTT Irjen Pol Rudi Darmoko, dilansir dari Antara, Senin, 17 Agustus 2026.
Rudi mengatakan seluruh jajaran Polres sudah diperintahkan untuk meningkatkan patroli di kawasan permukiman kosong. Tujuannya untuk memastikan rumah dan aset masyarakat tetap aman selama masa tanggap darurat.
“Kita tidak ingin ada yang memanfaatkan bencana seperti ini dengan melakukan hal-hal yang justru merugikan korban gempa,” tambah dia.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan hal-hal melanggar hukum di tengah bencana alam.
Sementara terkait jumlah pengungsi, berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD tercatat mencapai 7.670 pengungsi. Mereka tersebar di 38 pengungsian yang tersebar di tujuh kabupaten di pulau Flores.

Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere, NTT. Foto- Dok. ANTARA
Polda NTT memberikan perhatian khusus terhadap pengungsi mandiri yang masih berada di lokasi dengan fasilitas terbatas. Kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih dan obat-obatan menjadi prioritas distribusi.
“Mabes Polri juga menyiapkan tenda, selimut dan kasur untuk membantu pengungsi mandiri yang belum memiliki tempat perlindungan yang layak,” ungkap dia.
Penentuan lokasi pengungsian sementara maupun lokasi yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang akan dikoordinasikan bersama BPBD dan pemerintah daerah.