Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Polri Gotong Royong Bersihkan Sekolah Terdampak Gempa NTT - Tribratanews

    2 min read

     


    30 August 2026 - 20:30 WIB

    tribratanews.polri.go.id – Nagekeo. Semangat untuk kembali belajar mulai dibangun setelah gempa mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Jajaran Polres Nagekeo bersama personel TNI turun langsung membersihkan SDN Inpres Danga yang terdampak gempa magnitudo 7,7.

    Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi mengatakan personel TNI-Polri memberikan bantuan tenaga untuk membersihkan bagian sekolah yang terdampak gempa.

    “Kami memberikan bantuan tenaga untuk membersihkan puing-puing bangunan,” kata Rachmat di Danga, Minggu (30/08/2026).

    Meski tidak ada bangunan sekolah yang roboh, sejumlah dinding mengalami keretakan. Kondisi tersebut membuat lingkungan sekolah belum aman untuk digunakan sebagai tempat belajar mengajar.

    Personel TNI dan Polri kemudian bergotong royong membersihkan sejumlah ruangan, terutama ruang kelas. Puing-puing yang jatuh akibat dinding retak disapu dan dikeluarkan dari ruangan.

    Petugas juga menurunkan bagian plafon yang masih menggantung di langit-langit kelas untuk mencegah risiko bagi siswa dan guru. Setelah ruangan bersih, meja dan kursi kembali ditata agar siap digunakan ketika kegiatan belajar mengajar kembali digelar di sekolah.

    Tidak hanya ruang kelas, halaman sekolah juga dibersihkan dari daun kering dan berbagai kotoran yang berserakan.

    Rachmat mengatakan bantuan kepada masyarakat akan terus dilakukan selama proses pemulihan pascagempa. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan di lapangan, termasuk untuk mendukung kegiatan pendidikan.

    “Kami berdasarkan pesan dari Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) dan Bapak Kapolda (Irjen Rudi Darmoko) akan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Contohnya tenda belajar, alat-alat tulis, buku pelajaran,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala SDN Inpres Danga, Modesta A B Chlehang, mengatakan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan selama masa tanggap darurat 14-28 Agustus 2026.

    Namun, pembelajaran tidak dapat dilakukan di lingkungan sekolah karena kondisi bangunan yang terdampak gempa.

    Para guru kemudian mendatangi sejumlah posko pengungsian dan titik kumpul tempat para siswa berada untuk melanjutkan kegiatan belajar.
    “Kegiatan pembelajaran kami tetap berjalan tapi tidak bisa dilakukan di lingkungan sekolah. Kami mengunjungi ke posko-posko atau titik kumpul,” kata Modesta.

    Modesta berharap kondisi sekolah segera pulih sehingga para siswa dan guru dapat kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan aman dan nyaman.

    Gotong royong personel TNI-Polri membersihkan sekolah menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan masyarakat sekaligus membantu memastikan anak-anak dapat kembali mendapatkan tempat belajar yang layak setelah bencana.

    (Ad/hn/rs)

    Komentar
    Additional JS