Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita BUMN Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Prabowo Subianto Spesial

    Prabowo Kerahkan Menteri hingga BUMN Tangani Gempa NTT, 50 Ribu Paket Sembako Dikirim - Warta Ekonomi

    3 min read

     


    Warta Ekonomi, Jakarta -

    Pemerintah memperluas penanganan gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengerahkan sejumlah kementerian, lembaga, hingga perusahaan negara ke wilayah terdampak.

    Presiden Prabowo Subianto juga telah mengirimkan bantuan presiden berupa 50 ribu paket sembako ke Maumere, NTT, pada Sabtu (15/8/2026). Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak bencana.

    Informasi mengenai pengiriman bantuan itu disampaikan Prabowo melalui akun Instagram @presidenrepublikindonesia. Pemerintah menyebut bantuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan pascagempa.

    "Bantuan Presiden berupa 50 ribu paket sembako telah dikirimkan menuju Maumere, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026, untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak bencana gempa bumi," tulis Prabowo.

    Namun, respons pemerintah tidak berhenti pada pengiriman bantuan pangan. Prabowo juga menugaskan sejumlah pejabat untuk turun langsung ke wilayah terdampak guna memastikan penanganan bencana berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Kepala Basarnas termasuk jajaran yang mendapat tugas tersebut.

    Selain kementerian dan lembaga, pemerintah juga melibatkan sejumlah perusahaan negara. Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom turut diminta membantu penanganan dampak gempa di NTT.

    "Presiden juga telah menugaskan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Pekerjaan Umum, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepala Basarnas, serta tim dari Bulog, PLN, Pertamina, dan Telkom untuk turun langsung ke lapangan dan memastikan penanganan berjalan dengan baik," ujar Prabowo.

    Keterlibatan lintas sektor tersebut menunjukkan penanganan bencana tidak hanya berfokus pada distribusi makanan. Pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan energi, komunikasi, infrastruktur, logistik, pencarian korban, hingga koordinasi di wilayah yang terdampak dapat segera dipulihkan.

    Prabowo menegaskan pemerintah terus bergerak cepat dan berkoordinasi dalam menangani dampak gempa. Masyarakat yang terdampak disebut menjadi prioritas dalam pemenuhan kebutuhan dasar setelah bencana.

    "Pemerintah terus bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani dampak bencana serta memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan dan kebutuhan dasar yang diperlukan," imbuhnya.

    Baca Juga: NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Gempa, Ini Agenda Penanganan hingga 28 Agustus

    Langkah tersebut dilakukan ketika dampak gempa NTT masih terus didata. Gempa yang sebelumnya dilaporkan berkekuatan magnitudo 7,7 dan kemudian disebut magnitudo 7 itu telah menyebabkan puluhan orang meninggal dunia.

    Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI M Syafii menyebut jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 51 orang hingga Minggu (16/8/2026) pagi.

    "Per pukul 09.00 tadi pagi hari ini, bahwa total korban meninggal dunia ada 51," kata Syafii dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

    Besarnya jumlah korban membuat proses pencarian, evakuasi, dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi semakin mendesak. Pemerintah pun mengerahkan sumber daya dari berbagai sektor untuk mempercepat respons di wilayah terdampak.

    Pengiriman 50 ribu paket sembako ke Maumere menjadi salah satu bentuk bantuan langsung pemerintah kepada masyarakat. Sementara pengerahan kementerian, lembaga, dan BUMN diarahkan untuk memastikan penanganan gempa tidak hanya berlangsung pada tahap distribusi bantuan, tetapi juga mencakup proses pemulihan pascabencana.

    Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

    Komentar
    Additional JS