Presiden Prabowo Sebut Saudi, Qatar hingga Mesir Bisa Terdorong Miliki Senjata Nuklir - Indonesiadefense

Jakarta, IDM – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkapkan kekhawatirannya terhadap potensi perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah yang dinilai dapat dipicu oleh eskalasi konflik berkepanjangan.
Menurutnya, dinamika geopolitik yang terus memanas berpotensi mendorong sejumlah negara di kawasan Teluk hingga Mesir untuk mengejar kepemilikan senjata nuklir demi menjaga keseimbangan kekuatan.
Hal itu diungkapkan Prabowo saat menghadiri pertemuan bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia di Istana Negara, Jakarta.
Dalam kesempatan itu, Presiden mengajak para pelaku usaha memahami situasi geopolitik global yang dinilainya akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dunia.
Baca Juga: Bongkar Sindikat Online Scam RI-Kamboja, Polri Kini Bisa Ikut Periksa WNI di Phnom Penh
Prabowo mengatakan, hampir setiap hari masyarakat disuguhi pemberitaan mengenai meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Salah satu isu yang paling banyak menjadi sorotan adalah dugaan kepemilikan senjata nuklir oleh Iran.
“Setiap sore, setiap malam kita melihat berita tentang eskalasi. Dikatakan Iran sudah punya senjata nuklir,” ujar Prabowo.
Menurut Kepala Negara, apabila satu negara di kawasan berhasil memiliki kemampuan nuklir, maka negara-negara lain akan terdorong melakukan langkah serupa sebagai bentuk penyeimbang.
Baca Juga: Benteng NKRI Diperkuat, Kemenko Polkam Gaspol Bangun Infrastruktur Pertahanan di Perbatasan
“Kalau Saudi Arabia ingin punya senjata nuklir, tidak menutup kemungkinan Emirat juga mau punya senjata nuklir. Qatar juga mau punya senjata nuklir. Mesir juga mau punya senjata nuklir,” katanya.
Prabowo menilai kondisi tersebut dapat memicu perlombaan senjata yang semakin memperumit situasi keamanan kawasan sekaligus meningkatkan risiko ketidakstabilan global.
Presiden kemudian menjelaskan bahwa konflik di Timur Tengah bukan semata dipicu persoalan politik atau ideologi, tetapi juga berkaitan erat dengan besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki kawasan tersebut.
Kepala Negara membeberkan Timur Tengah menyimpan cadangan minyak, gas bumi, dan berbagai mineral strategis yang menjadi rebutan banyak pihak selama berabad-abad.
“Kenapa ribut di Timur Tengah? Timur Tengah banyak gas, banyak minyak, dan banyak mineral-mineral lain. Berkecamuklah perang sudah ratusan tahun di situ,” ucapnya.
Baca Juga: Pemerintah Ungkap Alasan Tukin TNI Naik, Bentuk Apresiasi atas Pengabdian Prajurit
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan praktik politik adu domba atau divide et impera masih menjadi strategi yang nyata dalam percaturan geopolitik internasional.
Ia pun meminta khususnya ke kalangan pengusaha nasional agar memiliki pemahaman yang utuh terhadap perkembangan global agar mampu mengantisipasi dampaknya terhadap Indonesia.
Menurut Prabowo, situasi internasional yang terus berubah harus menjadi pelajaran bahwa stabilitas nasional tidak bisa dilepaskan dari dinamika geopolitik dunia.
Ia menegaskan bahwa berbagai peristiwa yang kini terjadi bukan sekadar catatan sejarah, melainkan realitas yang sedang berlangsung di hadapan mata.
Seluruh isi konten berita baik berupa tulisan, foto, video, grafik yang terdapat di dalam portal ini dilindungi hak cipta. Dilarang keras menyalin, menyebarluaskan, atau mempublikasikan ulang konten secara keseluruhan atau sebagian tanpa menyebutkan sumber indonesiadefense.com disertai link aktif ke halaman asli atau izin tertulis dari redaksi indonesiadefense.com