Sosial Media
Opsi Update
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Bencana Berita Featured Gempa Bumi Lintas Peristiwa NTT Spesial

    Pulang Cari Beras di Pasar Usai Gempa, Warga Desa Selalejo Terjebak Longsor di Jalan Desa Ua - Kompas

    4 min read

     

    NAGEKEO, KOMPAS.com – Sejumlah warga Desa Selalejo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tertahan material longsor saat hendak kembali dari Pasar Mauponggo pada Selasa (18/8/2026).

    Peristiwa longsor tersebut terjadi di ruas jalan yang menghubungkan Desa Ua menuju Desa Selalejo sekitar pukul 13.00 WITA. Akibatnya, akses transportasi warga terputus total dan perjalanan pulang warga terhenti.

    Sebelum kejadian, para warga sengaja mendatangi pasar untuk menjual berbagai hasil bumi. Uang dari penjualan hasil pertanian tersebut rencananya langsung digunakan untuk membeli bahan pangan pokok, terutama beras, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

    Namun, saat warga melintas menggunakan kendaraan, material tanah dari tebing tiba-tiba gugur dan menutupi seluruh badan jalan. Kendaraan yang ditumpangi warga pun tidak dapat melanjutkan perjalanan.

    Tiga Hari Pascagempa, Warga Reo Masih Trauma dan Bertahan di Tenda Seadanya

    Baca juga: Pemerintah Gratiskan Pengurusan Dokumen Penting Korban Gempa NTT, dari KTP hingga Sertifikat Tanah

    Gotong Royong Bersihkan Longsor 5 Jam Saat Gempa Susulan

    Melihat akses jalan tertutup total, warga yang terjebak lantas turun dari kendaraan. Tanpa menunggu bantuan alat berat, mereka bergotong royong secara swadaya membersihkan material tanah yang menutupi badan jalan agar jalur dapat kembali dilalui.

    Proses pembersihan jalan tersebut berlangsung cukup lama dan menguras tenaga, yakni memakan waktu hampir lima jam. Kondisi tersebut semakin menegangkan karena warga harus bekerja di tengah guncangan gempa yang masih dirasakan di wilayah setempat.

    Dominikus, salah satu warga Kecamatan Mauponggo, mengungkapkan bahwa ruas jalan Desa Ua menuju Desa Selalejo merupakan jalur vital dan strategis bagi masyarakat setempat.

    "Di jalan raya Desa Ua menuju Desa Selalejo, hanya di situ saja yang tadi tiba-tiba longsor. Kejadiannya sekitar jam 1 siang," ujar Dominikus saat dihubungi pada Selasa (18/8/2026) malam.

    Baca juga: BMKG Catat 2.768 Gempa Susulan Terjadi di NTT Pasca-gempa M 7,7

    Dominikus menjelaskan, jalan tersebut menjadi satu-satunya akses utama bagi warga Desa Selalejo maupun Desa Selalejo Timur untuk mendistribusikan hasil bumi ke pasar serta membeli kebutuhan pokok mendesak.

    "Demi bisa mendapatkan pangan, warga harus turun ke pasar menjual hasil bumi. Pas ketemu longsor," ungkap Dominikus.

    Terjadi Pasca-Gempa M 7,0 Guncang Nagekeo

    Bencana longsor yang dialami warga Selalejo terjadi di tengah situasi panik pascagempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nagekeo dan sekitarnya pada Sabtu (15/8/2026).

    Berdasarkan rilis resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa M 7,0 tersebut berlokasi di laut pada jarak 38 kilometer arah timur laut Mbay, Ibu Kota Kabupaten Nagekeo, dengan kedalaman dangkal yakni 10 kilometer.

    Baca juga: Lompat dari Lantai 3 Saat Gempa M 7,7 Guncang NTT, Frater Muda di Sikka Meninggal di RS

    Meskipun wilayah mereka masih dibayang-bayangi guncangan gempa susulan, aktivitas ekonomi warga Selalejo dan Selalejo Timur ke Pasar Mauponggo tetap harus dilakukan demi menyambung hidup dan memastikan ketersediaan bahan pangan di rumah.

    Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Warga Nagekeo Cari Beras Usai Gempa, Pulang dari Pasar Terjebak Longsor

    Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

    Kondisi NTT Setelah Diguncang Gempa M 7,7

    Komentar
    Additional JS