Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    MENGHUBUNGKAN TRANSMISI...
    Home Berita Featured Meteor Perseid Spesial

    Puncak Hujan Meteor Perseid Hiasi Langit Agustus 2026 - ANH

    6 min read

     

    Daffa Nugroho

    Author


    Waktu terbaik untuk melihat meteor adalah dari tengah malam hingga fajar di area yang jauh dari polusi cahaya perkotaan. ReutersInfo

    Smallest Font

    Largest Font

    Fenomena hujan meteor Perseid akan mencapai puncak aktivitasnya pada 12 hingga 13 Agustus 2026. Peristiwa astronomi tahunan ini bertepatan dengan fase bulan baru pada 12 Agustus, yang menciptakan kondisi langit gelap tanpa gangguan cahaya bulan.

    Aktivitas meteor Perseid sebenarnya berlangsung sejak 17 Juli hingga 24 Agustus. Fenomena ini terjadi saat Bumi melintasi jejak puing-puing debu dan es yang ditinggalkan oleh Komet 109P/Swift-Tuttle.

    Material komet tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan sekitar 59 kilometer per detik. Gesekan dengan atmosfer menyebabkan batuan es sebesar butiran pasir terbakar dan menghasilkan kilatan cahaya terang di langit malam.

    Khadijah Al Hariri dari Dubai Astronomy Group mengategorikan Perseid sebagai fenomena yang paling andal karena kerap menghadirkan meteor terang berkecepatan tinggi hingga bola api.

    "Paling andal," kata Khadijah Al Hariri, perwakilan dari Dubai Astronomy Group.

    Data dari International Meteor Organisation mencatat tingkat aktivitas puncak Perseid secara teoritis dapat mencapai hingga 100 meteor per jam dalam kondisi ideal. Pengamat di wilayah Uni Emirat Arab dapat menyaksikan hingga 100 meteor per jam di area yang minim polusi cahaya.

    Waktu pengamatan terbaik berlangsung sejak tengah malam hingga menjelang fajar pada 13 Agustus. Pengamat diimbau memilih lokasi terbuka seperti area gurun atau pegunungan serta memberikan waktu sekitar 20 hingga 30 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kegelapan.

    Dubai Astronomy Group memfasilitasi pengamatan publik melalui sesi pengamatan khusus di Al Khatim Desert, Abu Dhabi, pada 12 Agustus mulai pukul 23.00 waktu setempat.

    Komet Swift-Tuttle sendiri memiliki inti seluas 26 kilometer dan mengorbit Matahari setiap 133 tahun sekali. Komet yang terakhir melintas dekat Bumi pada 1992 ini diperkirakan kembali pada 2126 dan tidak berpotensi mengancam Bumi selama ribuan tahun ke depan.

    Sebelum puncak Perseid, fenomena hujan meteor ganda Alpha Capricornids dan Southern Delta Aquariids juga mencapai puncaknya pada 30 Juli 2026. Namun, pengamatan kedua fenomena tersebut sempat terhalang oleh intensitas cahaya bulan purnama.

    Editors Team

    Daisy Floren

    Daisy Floren

    • Like

      0

      Like

    • Dislike

      0

      Dislike

    • Funny

      0

      Funny

    • Angry

      0

      Angry

    • Sad

      0

      Sad

    • Wow

      0

      Wow

    Komentar
    Additional JS